Pro-Kontra Wacana Pajak Sepeda

Friday, 3 July 2020 | 15:08 WIB

Para pesepeda dari berbagai daerah saat mengikuti “Tour De Rembang” beberapa waktu lalu. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com –Beredarnya informasi tentang wacana bahwa sepeda akan dipungut pajak menjadikan pro-kontra ditengah asyarakat. Pasalnya tren olahraga bersepeda di tengah Pandemi Covid-19 mulai meningkat.

Roziqin warga Desa Gunem Kecamatan Gunem yang memiliki hobi bersepeda tidak sepakat terhadap wacana adanya pajak sepeda.

Menurut dia, seharusnya pemerintah ikut mengampanyekan penggunaan sepeda sebagai salah satu olahraga alternatif yang mulai digemari masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang menyukai olahraga ini.

Ia berpendapat, jika olahraga yang mulai populer ini kemudian dipungut pajak, maka kemungkinan peminat olahraga sepeda akan kembali menurun.

Dia menanyakan tentang aturan sepeda yang seperti apa yang harus dipungut pajak, apakah sepeda dengan harga yang mahal atau bagaimana. Belum lagi sepeda yang digunakan masyarakat untuk keperluan pekerjaan. Misalnya sepeda yang digunakan mengangkat rumput dari sawah ke rumah, apakah akan dipungut pajak?

“Ya saya gak setuju jika ada wacana tersebut, olahraga ini sudah mulai banyak lho peminatnya apalagi di masa Covid-19 ini. Janganlah pemerintah buat aturan yang memberatkan begitu,” ungkapnya k baru-baru ini.

Daenuri Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang menyatakan, bahwa wacana pemungutan pajak untuk sepeda adalah tidak benar.

Hal itu sesuai dengan keterangan secara tertulis yang disampaikan oleh Kemenhub bernomor 75/SP/VI/HMS/2020 yang menyatakan bahwa Kemenhub sedang menyiapkan regulasi tentang pajak sepeda adalah tidak benar. Yang benar adalah Kemenhub sedang menyiapkan regulasi tentang keselamatan pesepeda.

Daenuri menabahkan, sepeda bukan merupakan kendaraan bermotor jadi tidak perlu ada pungutan pajak.

“Yang perlu diatur kan keselamatan pesepeda. Dibuatkan lintasannya ataupun ketentuan lain agar keselamatan terjamin,” pungkasnya.

 

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan