Pria Ini Ditangkap Gara-gara Palsukan Buku Nikah Buat Nipu

Kamis, 13 Oktober 2016 | 11:16 WIB
Sutomo (kiri) saat menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Sutomo (kiri) saat menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sutomo, warga Desa Maguan Kecamatan Kaliori ditangkap polisi. Pasalnya, pria 51 tahun ini diduga memalsukan buku nikah untuk menipu korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang Iptu Ibnu Suka mengungkapkan modus tersangka tersangka menyasar para janda yang dijanjikan dijadikan istri.

Janda yang menjadi korban Sutomo adalah Jumiatun Nikmah (42) warga Dukuh Mbesi Desa Kedungrejo Kecamatan Rembang. Tersangka dan korban sebenarnya sudah tinggal bersama selama 15 hari di Kedungrejo.

“Mereka mengelabui warga dengan menunjukkan buku nikah, yang kemudian ternyata palsu agar tidak persoalkan karena tinggal serumah,” ungkapnya.

Menurut polisi, persoalan di antara keduanya mulai muncul ketika sejumlah barang berharga milik korban seperti Honda Beat, gelang emas 5 gram, dan uang tunai satu juta rupiah dibawa kabur oleh pelaku.

“Lantaran merasa kesal barang tak kembali, selanjutnya korban melaporkan Sutomo kepada polisi. Tersangka sudah kami tahan di Mapolres Rembang guna penyidikan lebih lanjut,” terang Kasat Reskrim.

Sementara itu, Sutomo mengaku mendapatkan buku nikah palsu dari seorang temannya yang tinggal di Kabupaten Pati. Untuk mendapatkan buku nikah palsu itu, ia mengaku harus mengeluarkan uang sebesar Rp2 juta.

Atas perbuatannya, tersangka kini terancam hukuman selama 5 tahun penjara. Hingga Kamis (13/10/2016), petugas tengah giat melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain dalam kasus ini.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan