Pramuka Rembang Digembleng Teknik Penyelamatan Korban Bencana

Senin, 22 Desember 2014 | 18:27 WIB
Sebanyak 64 anggota Ubaloka Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 11.17 Rembang dibekali tentang tata cara penyelematan korban saat terjadi bencana di perairan. (Foto:Citizen)

Sebanyak 64 anggota Ubaloka Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 11.17 Rembang dibekali tentang tata cara penyelematan korban saat terjadi bencana di perairan. (Foto:Citizen)

REMBANG, mataairradio.com – Tim Unit Bantuan Pertolongan Pramuka (Ubaloka) dari Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 11.17 Rembang terus digembleng kemampuannya dalam hal teknik menangani korban bencana.

Senin (22/12/2014), sebanyak 64 anggota Ubaloka dibekali tentang tata cara penyelematan korban saat terjadi bencana di perairan.

Kali ini, simulasi penanganan dan penyelamatan korban bencana dilakukan di kawasan Pantai Tasikagung.

Komandan Ubaloka Ain Imron menjelaskan, 64 anggota Ubaloka telah memperoleh pelatihan penanganan bencana secara bertahap.

“Sampai saat ini mereka telah menerima bekal pengetahuan penanganan bencana di kawasan pergunungan, banjir, dan penyelamatan korban di perairan,” terang Imron.

Menurutnya, kegiatan ini memang untuk mencetak sukarelawan muda yang rata rata-rata berusia sekitar 18 sampai 25 tahun.

“Mereka akan kami latih dengan berbagai jenis penanganan bencana. Tujuannya adalah untuk membekali anak dalam penyelamatan bencana di gunung, air, banjir maupun kebakaran, semua tim siaga bencana kita minta untuk membantu,” tandasnya.

Pendamping Ubaloka Rembang, Serda Darto menambahkan, pemberian pelatihan ini juga untuk melatih kesiapan para anggota Ubaloka agar siap diterjunkan ke medan bencana setiap saat.

“Intinya untuk menyiapkan tim Ubaloka, jika suatu waktu dibutuhkan, mereka selalu siap untuk membantu. Hari ini mereka mendapat materi tentang penyelamatan korban, mulai dari kegiatan renang dasar dan cara penyelematan korban di air,” katanya.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan