Portal Pandangan-Sedan Roboh Ditabrak, Dishub Berang

Wednesday, 10 August 2016 | 17:58 WIB
Portal penghalang truk tronton melintas di pangkal ruas Pandangan-Sedan roboh diduga kuat karena sengaja ditabrak atau diambrukkan orang yang tidak bertanggungjawab, Selasa (9/8/2016) malam. (Foto: Pujianto)

Portal penghalang truk tronton melintas di pangkal ruas Pandangan-Sedan roboh diduga kuat karena sengaja ditabrak atau diambrukkan orang yang tidak bertanggungjawab, Selasa (9/8/2016) malam. (Foto: Pujianto)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Portal terbuat dari bahan drum bekas yang dicor di bagian bawahnya di pangkal ruas Pandangan-Sedan diketahui roboh diduga kuat sengaja ditabrak atau diambrukkan, sehingga pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Rembang berang.

Portal roboh tidak pada dua tiangnya, tetapi hanya sisi timur. Palang yang sengaja dipasang guna mencegah truk tronton berbobot muatan lebih dari 10 ton melintas seiring retak Jembatan Sidorejo-Sedan, baru berumur sekitar sepekan.

Tidak hanya dipasang di pangkal ruas Pandangan-Sedan, portal juga ditempatkan di depan Koramil dan Kantor Camat Sedan. Cara tersebut oleh pihak Pemkab Rembang dinilai efektif untuk menyelamatkan jembatan dari ambruk total tiba-tiba, sedangkan kerusakan belum akan diperbaiki.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Rembang Suyono yang dihubungi reporter mataairradio pada Rabu (10/8/2016) pagi menyatakan sudah menerima kabar robohnya portal di wilayah Pandangan itu dan langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan petugas ke lapangan.

“Kami meyakini, portal sengaja ditabrak atau dirobohkan oleh orang yang tak bertanggungjawab pada Selasa (9/8/2016) malam atau Rabu dini hari, karena siang harinya portal masih kokoh berdiri,” katanya.

Atas robohnya portal, pihaknya juga sudah langsung mengambil sikap dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar ada pencarian terhadap tersangka pelaku, termasuk berkoordinasi pula dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum guna perbaikan dalam tempo segera.

“Kami memang yang menentukan titiknya, tetapi pembuatan portal menjadi ranah DPU. Jika terjadi perusakan seperti ini, kami menganggapnya sebagai tindak pidana, sehingga kami laporkan polisi. Sembari laporan, kita koordinasi dengan DPU untuk perbaikan,” paparnya.

Mengenai keluhan yang sempat mengemuka dari para sopir yang biasa mengangkut material tambang di wilayah Terjan, Sudan, dan sekitarnya yang notabene tidak sampai masuk ke wilayah Kecamatan Sedan, Suyono menjelaskan, penempatan portal di pangkal ruas itu sudah tepat.

“Tidak akan kami geser ke selatan. Sebab, kami ingin memastikan tidak ada truk dengan bobot muatan di atas 10 ton melintasi ruas tersebut. Itu jika dibiarkan, masyarakat yang rugi karena jalan cepat rusak. Pandangan-Sedan jalan kelas III. Truk di atas 10 ton nggak boleh lewat,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan