Populasi Satwa Langka Semakin Menurun di Rembang

Senin, 19 Maret 2018 | 18:12 WIB

Ilustrasi.

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Perhutani KPH Mantingan menyebutkan populasi satwa langka di wilayahnya semakin menurun.

Hingga Senin (19/3/2018) pagi, hanya tiga jenis satwa langka yang masih terpantau yaitu ayam alas, kera jawa, dan merak.

Pejabat Humas KPH Mantingan Sigit Kaulan menyebutkan, jumlah ayam alas dan kera jawa masih sekitar seratusan, sedangkan merak terpantau tidak lebih dari 25 ekor.

“Pendataan jumlah satwa langka kami lakukan per bulan lewat petugas patroli keamanan hutan,” katanya kepada mataairradio.

Sigit juga menyebutkan, pihaknya menerbitkan larangan berburu untuk menjaga populasi satwa langka di wilayah hutannya, terutama di BKPH Sudo, Kalinanas, Ngiri, Kebon, dan Medang.

Namun pihaknya mengaku kesulitan menghalau pemburu, terutama pada malam hari.

“Sebab selain wilayah hutan Mantingan yang luasnya 16.742 hektare, juga karena personel terbatas dan masih terbagi untuk pengamanan dari tindak pencurian kayu hutan,” tandasnya.

Pihak Perhutani mengklaim, belakangan perburuan terhadap satwa langka, terutama ayam alas, menurun drastis.

“Mungkin karena yang pesan ayam alas menurun, sehingga perburuan ayam alas juga berkurang. Sekarang tiap pagi, banyak terdengar ayam alas berkokok,” katanya.

Sigit menambahkan, patroli untuk penyelamatan satwa langka dilakukan juga oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah wilayah Pati.

Menurutnya, perburuan satwa di hutan Perhutani kini beralih ke babi hutan dan bangau.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan