Polres Rembang Batal Bantu Pengamanan Pilkada Pati

Selasa, 14 Februari 2017 | 12:55 WIB

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kepolisian Resor Rembang Komisaris Johan Setiajid dalam sebuah kesempatan. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang menyatakan membatalkan rencana pengiriman personel guna bantuan kendali operasi (BKO) pengamanan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pati pada 15 Februari 2017.

Kepala Bagian Operasi Polres Rembang Komisaris Johan Setiajid kepada mataairradio.com menjelaskan, pembatalan tersebut karena pihaknya sedang fokus menyikapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pascainsiden pembongkaran tenda pro-kontra pabrik semen.

Ia mengakui, pihak Polda Jawa Tengah sempat meminta pihak Polres Rembang agar mengirimkan satu peleton atau setara 30-50 orang untuk BKO pengamanan Pilkada Pati dan mesti siaga sebelum hari pelaksanaan coblosan. Tetapi pihak Polres Rembang memohon agar diganti saja.

“Karena ada penyikapan aksi unjuk rasa menolak pabrik semen yang dilakukan dengan pemblokiran pada Jumat (10/2/2017) lalu dan ada aksi pembongkaran tenda pro dan tenda kontra pada malam harinya, maka kita mohon (ke Polda) untuk digantikan Polres Blora saja,” terangnya.

Meskipun membatalkan pengiriman personel untuk BKO, Johan mengaku tetap menyiapkan satu peleton kecil gabungan dari Polsek Rembang, Kaliori, dan Sumber, untuk bersiaga di wilayah perbatasan antara Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Pati sejak menjelang Pilkada.

Kabag Ops menambahkan, saat ini pihaknya terus memantau perkembangan kondisi keamanan di daerah pascainsiden pembongkaran tenda milik kelompok pendukung dan penentang pabrik semen pada Jumat malam lalu, guna mengantisipasi konflik berupa bentrokan antarwarga.

“Ibarat, persoalan tentang pembongkaran tenda pro-kontra pabrik semen di Kadiwono itu masih hangat-hangatnya. Kita standby-kan anggota pengendali massa (Dalmas) sebanyak satu regu atau 10 orang dengan didukung personel Brimob juga satu regu,” imbuhnya.

Selain memantau perkembangan kondisi kamtibmas di daerah, polisi juga mengaku mengantisipasi ekses pergerakan massa penentang pabrik semen dari wilayah Rembang pada 15 Februari 2017, mengingat mereka dimungkinkan menghadiri ulang tahun JMPPK di Pati pada tanggal itu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan