Polisi Ungkap Peran Calon Tersangka Baru Kasus Pungli PPP

Sunday, 10 September 2017 | 22:39 WIB

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka. (Foto: Pujianto)

 

 
REMBANG, mataairradio.com – Polisi mengungkap peran calon tersangka baru dalam kasus dugaan pungutan liar alias Pungli di Kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Ibnu Suka mengungkapkan, calon tersangka baru berperan sebagai orang yang memerintahkan untuk melakukan Pungli.

“Peran calon tersangka ini adalah memerintahkan Kepala Seksi Kesyahbandaran PPP Tasikagung Agus Hari Prabowo untuk melakukan Pungli,” ungkapnya pada Ahad (10/9/2017) siang.

Ibnu enggan membeberkan secara terang mengenai identitas atau sekadar inisial dari calon tersangka baru. Hanya saja, calon tersangka baru ini disebut sebagai atasan Agus Hari Prabowo.

“Dia (calon tersangka baru, red.) adalah atasan dari tersangka Agus Hari Prabowo. Secara jelasnya, tunggu saja. Kita masih mengumpulkan bukti-bukti,” ujarnya kepada mataairradio.com.

Sementara itu, berkas perkara untuk tersangka Agus Hari Prabowo sudah dilimpahkan tahap pertama ke Kejaksaan Negeri Rembang. Pihak kepolisian masih menanti sikap dari Kejaksaan.

“Jadi nanti setelah penyelidikan, kita akan gelar perkara untuk penyidikan; dalam hal ini menetapkan tersangka baru. September ini kita fokuskan penyelidikan tersangka baru,” tegasnya.

Agus Hari Prabowo (40) yang merupakan warga Kauman Pati Kidul, Pati ditangkap polisi dalam sebuah operasi tangkap tangan pada 14 Agustus lalu.

Diduga, ia melakukan pungli sebesar Rp68 juta lebih terhadap 90 orang nelayan yang hendak mengurus surat izin berlayar (SIB) melalui otoritas Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit.

Agus dijerat Pasal 12 Huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dia terancam hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan