Polisi Tangkap Sindikat Pelaku Penggelapan Pupuk Bersubsidi

Sunday, 10 September 2017 | 18:27 WIB

Jatah pupuk bersubsidi jenis Phonska bagi petani tiga kecamatan di Kabupaten Rembang direalokasi karena tingkat penyerapan pupuk jenis tersebut yang rendah. (Foto: Pujianto

 

REMBANG, mataairradio.com – Tim Operasional Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang menangkap empat orang dan memburu satu orang lainnya yang merupakan sindikat pelaku penggelapan pupuk bersubsidi jenis SP-36.

Mereka yang ditangkap adalah Kamid (48) dan Syihabuddin Ma’sum (36) warga Desa Kedungringin serta Kumari (35) warga Desa Kumbo Kecamatan Sedan dan Sukirno (41) warga Desa Sidowayah Kecamatan Pancur.

Hingga Ahad (10/9/2017) siang, keempat pelaku masih ditahan di Mapolres Rembang. Sementara seorang yang masih diburu berinisal MK (27) warga Desa Sumberjo Kecamatan Pamotan. MK ini merupakan otak penggelapan.

Awalnya, pada 1 Agustus silam, PT Jaya Utama Transindo memberikan pekerjaan pengiriman 1.040 sak pupuk SP-36 dari PT Petrokimia Gresik kepada tersangka MK untuk dikirimkan ke Karawang, Jawa Barat.

Lalu pada pukul 15.30 WIB 5 Agustus 2017, MK berangkat dari gudang PT Petrokimia Gresik. Keesokan harinya, pukul 19.00 WIB 6 Agustus, MK mengontak tersangka Kumari agar pupuk tersebut dengan harga Rp55.000 per sak.

Kumari pun menghubungi Kamid untuk menjualkan pupuk tersebut dengan harga yang sama. Kamid lantas mengontak Syihab. Syihab sepakat membeli pupuk SP-36 dengan harga Rp100 ribu per sak.

Pada pukul 22.00 WIB 7 Agustus 2017, MK menghubungi Kumari untuk memberitahu pupuk sudah siap kirim sebanyak 151 sak, dan dimuat dump truk bernomor polisi G 1937 AA oleh Sukirno.

Dini harinya, pukul 01.00 WIB 8 Agustus 2017, truk bermuatan 151 sak SP-36 sampai di toko milik Syihab di Desa Menoro Kecamatan Sedan. Diduga, MK menggelapkan 1.040 sak pupuk dan dijual menyebar sejak Gresik sampai Batang.

“Modus tersangka MK adalah menceburkan truk tronton tersebut di Alas Roban Gringsing Batang berikut dengan sisa pupuk 80 sak, dan melapor kepada pimpinannya seolah-olah pupuk dijarah oleh massa saat mengalami laka lantas,” ungkap Kepala Satreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka.

Polisi telah memeriksa pihak perusahaan ekspedisi dan pihak PT Petrokimia Gresik terkait kasus ini. Barang bukti berupa dump truk G 1937 AA dan 142 dari 151 sak pupuk jenis SP-36 sudah disita dan diamankan di Mapolres Rembang.

Para tersangka dijerat Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan