Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Pemuda Menoro

Sunday, 27 August 2017 | 09:09 WIB

Tersangka pelaku penganiayaan bernama Sifaul Anam (24) warga RT 6 RW 7 Desa Mojokerto Kecamatan Kragan, ketika diamankan di Mapolres Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

SEDAN, mataairradio.com – Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang menangkap salah seorang tersangka pelaku penganiayaan terhadap seorang pemuda Menoro Kecamatan Sedan.

Tersangka pelaku penganiayaan itu bernama Sifaul Anam (24) warga RT 6 RW 7 Desa Mojokerto Kecamatan Kragan. Korbannya, Achmad Zamroni (21) warga RT 3 RW 5 Desa Menoro Kecamatan Sedan.

Tindak penganiayaan tersebut dilakukan di Pertigaan Pertigaan Dukuh Damaian masuk wilayah RT 4 RW 4 Desa Menoro Kecamatan Sedan pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, 20 Juli 2017 lalu.

Awalnya, korban bertamu di rumah seorang yang sedang punya hajat di daerah setempat. Lalu, Anam mendatangi korban guna diajak berembuk untuk sebuah keperluan, tetapi Zamroni menolaknya.

Selang 10 menit, pelaku mendatangi lagi korban. Zamroni lalu diajak oleh pelaku ke Pertigaan Dukuh Damaian dengan diboncengkan sepeda motor. Namun sesampainya di pertigaan, Anam menganiaya korban.

Anam bersama beberapa temannya yang kini buron memukuli korban, termasuk menggunakan balok kayu. Pelaku juga menusuk Zamroni dengan menggunakan pecahan botol, sehingga terluka di punggung kiri.

“Seusai beraksi, tersangka dan teman-temannya yang kini masih kami buru, kabur serta meninggalkan korban tergeletak di lokasi kejadian,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Ibnu Suka.

Tersangka ditangkap berkat kerjasama Tim Opsnal Satreskrim dengan Unit Reskrim Polsek Sedan, Jumat 25 Agustus lalu sekitar pukul 21.30 WIB. Hingga Ahad (27/8/2017) ini, tersangka ditahan di Mapolres Rembang.

Polisi mengamankan balok kayu ukuran 4×6 centimeter dengan panjang 130 meter, kaos oblong warna ungu milik korban yang terdapat bercak darah, serta serpihan pecahan botol sebagai barang bukti.

“Pelaku kami jerat dengan pelanggaran Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan atau Penganiayaan. Ancaman hukumannya, paling singkat tujuh penjara karena mengakibatkan korban luka-luka,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan