Polisi Sluke Buru Pelaku Penusukan Bermotif Cemburu

Senin, 12 Maret 2018 | 19:10 WIB

Kapolsek Sluke AKP Sunarmin. (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Sektor Sluke hingga Senin (13/3/2018) petang masih memburu seorang pemuda berusia 21 tahun warga Dukuh Culeng Desa Labuhan Kidul Kecamatan Sluke bernama Ali Mabrur.

Pemuda ini melakukan penusukan secara membabi buta terhadap temannya sendiri yang juga masih satu desa bernama Ansor Abdullah (20) lantaran terbakar api cemburu, pada Kamis 8 Maret 2018.

“Orangnya (pelaku, red.) lari. Ini masih cari bahan keterangan keberadaan pelaku. Pelaku cemburu, pacarnya sering curhat kepada korban,” ungkap Kapolsek Sluke AKP Sunarmin kepada mataairradio.

Ali mendatangi Ansor di rumah Sari, nenek korban, pada Kamis (8/3/2018) pukul 18.00 WIB. Saat itu, Ansor sedang tiduran di kamar, sedangkan pelaku memanggil-manggil korban untuk diajak ambil pakan ayam.

Karena tidak mau, pelaku masuk ke dalam rumah dan menghampiri korban di dalam kamar. Tiba-tiba pelaku mengambil belati yang diselipkan di pinggang, dan ditusukkan ke arah korban secara membabi buta.

Tusukan mengenai bagian dada, punggung belakang, lengan kiri, pinggang kiri, pinggul kanan, paha kanan, dan lutut kanan. Seusai menganiaya korban, pelaku bergegas meninggalkan Ansor yang sedang payah.

Namun korban yang penuh luka masih mampu mengendarai motor ke rumah temannya bernama Lutfi di Dukuh Bongko Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan. Korban lalu diantarkan ke Puskesmas Kragan II.

Lantaran luka parah, tim medis Puskesmas tersebut merujuk korban ke RSUD dr R Soetrasno Rembang untuk dirawat secara lebih intensif. Kini, korban menjalani rawat inap di rumah sakit daerah.

“Kami sudah datangi tempat kejadian perkara. Kami juga telah memeriksa tiga orang saksi dan mengamankan barang bukti serta mengecek kondisi korban,” pungkas Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Aiptu Yudi Kristianto.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan