Polisi Selidiki Master Cetak Uang Asing Jenderal Gadungan

Selasa, 30 Agustus 2016 | 13:39 WIB
Master cetak uang asing yang diamankan polisi dari tersangka penipuan berkedok meloloskan seseorang menjadi PNS, bernama Teguh Setiyanto, saat dibeber pada gelar perkara kasus tersebut, Senin (29/8/2016) kemarin. (Foto: Pujianto)

Master cetak uang asing yang diamankan polisi dari tersangka penipuan berkedok meloloskan seseorang menjadi PNS, bernama Teguh Setiyanto, saat dibeber pada gelar perkara kasus tersebut, Senin (29/8/2016) kemarin. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Teguh Setiyanto, jenderal gadungan yang ditangkap polisi karena melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus iming-iming meloloskan seseorang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), bisa jadi tersandung persoalan lain.

Hal itu setelah polisi mengamankan barang bukti berupa tujuh keping master cetak uang asing dari tersangka Teguh. Master cetak uang itu di antaranya adalah dollar Singapura pecahan 1000, euro pecahan 500, dan yuan pecahan 10 dan 50.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono menyatakan belum sampai menanyakan ikhwal master cetak uang tersebut kepada tersangka Teguh.

“Tetapi pasti kami akan selidiki tentang kepemilikan master cetak uang. Memang patut diduga ada penyalahgunaan atas master cetak uang asing ini. Tetapi untuk bilang itu ada kaitan dengan peredaran uang palsu, terlalu dini,” katanya.

Hingga Selasa (30/8/2016) siang, barang bukti tersebut masih sebatas temuan atau sitaan dari tersangka, sedangkan mengenai pengembangan atasnya, polisi mengaku fokus terlebih dahulu pada pemberkasan kasus penipuan dan penggelapannya.

“Ini kami proses berkas 378 atau 372 (Pasal pada KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan, red.) dulu. Baru setelahnya kita beralih fokus ke soal master cetak uang ini, termasuk dari mana berasal dan digunakan untuk apa,” tegasnya.

Sementara itu, terhadap tersangka Teguh yang juga mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) kepada para korbannya, polisi kini masih menahan dan memeriksanya secara intensif.

“Kami masih cecar tersangka mengenai kemungkinan korban lain dan beraksi di tempat lain, selain di Rembang dan Kendal sebagaimana hasil pengakuan dari tersangka pelaku,” imbuhnya.

Adapun terhadap tersangka Suwarno, teman Teguh yang berperan sebagai agen yang mencarikan calon korban masih dibantarkan karena sakit jantung, tetapi tetap dipantau oleh petugas kepolisian.

Teguh menipu SR dan menantunya M serta dua anaknya. Dengan membayar tanda jadi masing-masing Rp5 juta atau total Rp15 juta, Teguh lalu meyakinkan korbannya dengan surat abal-abal dari Badan Kepegawaian Negara mengenai pengumuman lolos CPNS.

Dengan surat palsu itu, Teguh meminta tambahan Rp100 juta per orang. Pihak SR baru memberikan Rp100 juta, sebelum akhirnya terbongkar kalau Teguh ini adalah jenderal gadungan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan