Polisi Ringkus Enam Perampok Pedagang Emas Maguan

Selasa, 2 Agustus 2016 | 12:00 WIB
Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat menggelar jumpa pers mengenai penangkapan pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, Selasa (2/8/2016)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat menggelar jumpa pers mengenai penangkapan pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno, pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, Selasa (2/8/2016)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang dibantu Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah akhirnya berhasil meringkus enam tersangka pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno, pedagang emas di Maguan, Kaliori.

Keenam tersangka antara lain SW (46) warga Dukuh Babadan Desa Kuniran Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, UB (29) dan HD (33) warga Desa Lundo Kecamatan Jaken Kabupaten Pati, serta JN (34) warga Desa Sidoganti Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

Tersangka lainnya masing-masing AG (38) warga Desa Binangun Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban dan TG (32) warga Kampung Bojong Desa Kamasan Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, Banten. Kesemuanya adalah residivis kasus pencurian dengan disertai kekerasan.

Kapolres Rembang Ajun Komisaris Besar Polisi Sugiarto mengungkapkan para tersangka ditangkap dari Pati, Tuban, dan Jakarta. Pelaku beraksi dalam sebuah komplotan dengan peran masing-masing yakni sebagai pengantar, penunjuk (colok), dan eksekutor.

“Dari keenam tersangka, lima sudah kita bawa ke sini (Polres Rembang, red.). Satu tersangka atas nama JN kini dalam proses hukum di Polres Tuban. Nanti kalau sudah selesai di sana, kita bawa ke sini,” ungkapnya dalam keterangan pers di Mapolres Rembang, Selasa (2/8/2016) pagi.

Menurut keterangan polisi berdasarkan pengakuan pelaku, tersangka yang bertindak sebagai eksekutor adalah AG. AG mengaku menghabisi nyawa Sarno dengan cara membenturkan kepala korban ke lantai keramik karena yang bersangkutan berusaha lari.

“Sementara penunjuk atau yang menggambar adalah SW. SW kenal betul korban, termasuk korban pulang jam berapa, terus kapan rumah agak sepi, masuk lewat mana,” paparnya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono mengaku butuh waktu 15 hari untuk menangkap serta selanjutnya mengeler keenam tersangka pelaku tersebut, tetapi umur terjadinya perkara hingga penangkapan itu mencapai tiga bulan.

“Kerugian materi akibat kasus curas yang terjadi 29 Mei 2016 lalu adalah perhiasan emas berbagai macam bentuk kurang lebih dua kilogram dan uang tunai Rp60 juta, sehingga total kerugian mencapai Rp800 juta,” katanya mendampingi Kapolres.

Perhiasan curian sudah terjual hampir seluruhnya dan hanya tersisa beberapa saja, sedangkan uang tunai sudah habis dibagi-bagi, termasuk untuk pengobatan SW yang sempat sakit pada saat pelarian.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan