Polisi Rembang Amankan 338 Kendaraan Bermotor

Selasa, 23 Mei 2017 | 17:55 WIB

Sejumlah petugas dari Satlantas Polres Rembang melakukan razia kelengkapan dan ketaatan berlalu lintas pada Operasi Patuh 2017 di salah satu ruas jalan di Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Rembang mengamankan sebanyak 338 kendaraan bermotor, baik yang beroda dua maupun beroda empat, dari sepanjang pelaksanaan Operasi Patuh 2017 yang berakhir Senin 22 Mei kemarin.

Selain mengamankan 45 unit kendaraan beroda empat dan 293 sepeda motor, pihak Satlantas Polres Rembang juga menyita 224 SIM dan 2.310 STNK dari para pelanggar aturan berlalu lintas pada rangkaian operasi yang sama yang berlangsung sejak 9 Mei 2017.

“Khusus untuk kendaraan bermotor yang kami amankan, bisa diambil oleh pemilik dengan menunjukkan tanda bukti sah kepemilikan,” tegas Kasatlantas Polres Rembang AKP M Rikha Zulkarnaen kepada wartawan, Selasa (23/5/2017).
Secara keseluruhan, jumlah pelanggaran yang tercatat dalam pelaksanaan Operasi Patuh sebanyak 2.872. Rinciannya, 546 pelanggaran oleh pengendara kendaraan beroda empat dan 2.326 pelanggaran oleh pengendara sepeda motor.

“Pelanggaran roda empat yang paling dominan adalah melanggar rambu parkir, sabuk pengaman, dan rambu tanda berhenti, sedangkan pelanggaran dominan roda dua menyangkut kelengkapan surat bermotor, lampu utama, serta kelengkapan kendaraan bermotor,” katanya.

Satlantas mengidentifikasi tiga jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara di Rembang. Pelanggaran atas kelengkapan surat 621 kasus, pelanggaran potensi macet 562 kasus, serta pelanggaran atas potensi kecelakaan 1.689 kasus.

“Pelanggaran surat seperti tidak membawa STNK. Pelanggaran potensi macet seperti parkir atau berhenti tidak pada tempatnya, sedangkan pelanggaran atas potensi kecelakaan, salah satunya berkendara dengan melawan arus,” katanya.

Menurutnya, dari total 2.872 pelanggaran, sebanyak 2.832 di antaranya diselesaikan dengan menggunakan mekanisme e-tilang, sedangkan 40 pelanggaran lainnya masih diselesaikan dengan mekanisme tilang manual.

“Jumlah teguran selama Operasi Patuh sebanyak 373 kasus. Mereka ditegur lantaran melakukan melakukan pelanggaran kecil yang tidak vital. Teguran dilakukan agar mereka tidak mengulanginya kembali,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan