Polisi Periksa 12 Titik Pekerjaan terkait Kasus Kades Sumber

Kamis, 19 April 2018 | 17:59 WIB

Polisi beserta tim ahli konstruksi memeriksa 12 titik pekerjaan di Desa Sumber Kecamatan Sumber terkait kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan desa yang melibatkan kepala desa setempat non-aktif Sucipto. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairaadio.com – Polisi beserta tim ahli konstruksi memeriksa 12 titik pekerjaan di Desa Sumber Kecamatan Sumber terkait kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan desa yang melibatkan kepala desa setempat non-aktif Sucipto.

Belasan titik pekerjaan yang diperiksa mulai dari pagar kantor desa, talud, gorong-gorong, hingga pembangunan gedung PAUD. Nilai proyeknya juga beragam, mulai dari Rp30 juta hingga Rp200 juta. Pemeriksaan dilakukan Rabu (18/4/2018) kemarin.

“Pemeriksaan 12 titik pekerjaan ini dalam rangka penghitungan kerugian negara. Kami belum gelar perkara, sehingga belum ada penetapan tersangka (Sucipto, red.),” kata Kepala Unit III Satreskrim Polres Rembang Ipda Arif Kristiawan.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumber Gunanto mengonfirmasi kedatangan polisi serta tim ahli konstruksi dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang di desanya untuk menghitung kerugian negara. Kebetulan, ia ikut menemani tim.

Ia mengaku mendengar bahwa untuk menghitung kerugian negara dalam kasus yang diduga melibatkan Kades Sumber non-aktif Sucipto, polisi akan menggandeng BPKP. Sementara untuk menguji volume proyek, polisi bekerjasama dengan ahli dari DPUTaru.

“Masyarakat berharap penyelidikan kasus ini segera selesai. Jika memenuhi unsur, maka penyelidikan ini agar segera naik ke tahap penyidikan. Sebab, bagaimana pun, meski sedikit, pengusutan kasus di Sumber memengaruhi pemerintahan desa,” katanya.

Seperti diberitakan, polisi menyelidiki dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan yang bersumber dari alokasi dana desa, dana desa, dan bantuan keuangan dari provinsi; pada 2014, 2015, 2016, dan 2017 di Desa Sumber Kecamatan Sumber sejak 4 Desember 2017.

Sejak laporan informasi pada tanggal tersebut, polisi terakhir mengeluarkan surat perintah penyelidikan lanjutan pada 1 Februari 2018. Sementara itu, 12 titik pekerjaan yang diperiksa, nilai totalnya mencapai Rp1,072 miliar.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan