Polisi Perairan Rembang Butuh Tambahan Perahu Cepat

Selasa, 6 Desember 2016 | 15:15 WIB
Bantuan speedboat berkekuatan 85 PK dari Mabes Polri untuk Polres Rembang, Sabtu (3/12/2016). (Foto: mataairradio.com)

Bantuan speedboat berkekuatan 85 PK dari Mabes Polri untuk Polres Rembang, Sabtu (3/12/2016). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Satuan Polisi Perairan Resor Rembang menyatakan membutuhkan satu lagi bantuan perahu cepat untuk kepentingan patroli laut di daerah ini, meskipun Markas Besar Polri sudah memberi bantuan satu unit speedboat pada Sabtu (3/12/2016) lalu.

Kepala Satpolair Polres Rembang Iptu Sukamto, Selasa (6/12/2016) siang mengatakan, bantuan satu lagi perahu cepat itu diperlukan karena speedboat yang kini tersedia, memiliki daya relatif kecil atau hanya 85 PK.

“Kami membutuhkan satu lagi perahu cepat yang kekuatannya 400 PK. Sementara bantuan yang kemarin itu, jenis C3 (daya 85 PK). Begitu pula dengan satu speedboat yang sudah kita miliki sebelumnya,” terangnya kepada mataairradio.com.

Ia menjelaskan, perahu cepat berkekuatan 400 PK yang didamba itu diperlukan karena wilayah perairan yang menjadi tanggung jawab Pemkab membentang pada area empat mil laut, sedangkan speedboat 85 PK hanya berdaya jangkau 1-2 mil.

“Kami sudah pernah sampaikan usulan ini kepada satuan yang lebih atas. Kami berharap usulan ini direspon karena tanggung jawab perairan, kini juga meliputi antisipasi terjadinya penyelundupan narkoba dan aktivitas pertolongan (SAR),” tandasnya.

Sementara itu, khusus satu unit speedboat bantuan dari Mabes Polri, menurut rencana akan diresmikan dalam pekan ini, sebelum dipakai untuk kegiatan pembinaan masyarakat di perairan wilayah hukum Polres Rembang.

“Rencana, bantuan speedboat baru jenis C3 dari Mabes Polri akan kita selamati dulu. Setelah itu, dalam waktu dekat kita akan gunakan perahu ini untuk aktvitas Binmas Perairan di wilayah hukum Polres Rembang,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sukamto juga mengatakan, saat sekarang pihaknya diminta siap siaga untuk mengantisipasi bencana perairan mengingat pergantian musim timur ke musim barat, yang diikuti dengan gelombang tinggi.

“Dalam satu atau dua hari ini, ombak akan meningkat 0,5 hingga 0,6 meter dari biasanya (menjadi sekitar 1,5 meter), sehingga nelayan diimbau untuk selalu waspada gelombang tinggi. Dan agar tidak memaksakan diri melaut, ketika ombak besar,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan