Polisi Janji Bantu Pulihkan Trauma Korban Pencabulan

Kamis, 8 Desember 2016 | 13:28 WIB
Tiga tersangka pelaku pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur diungkap kepada publik pada jumpa media di Halaman Satreskrim Polres Rembang, Kamis (8/12/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Tiga tersangka pelaku pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur diungkap kepada publik pada jumpa media di Halaman Satreskrim Polres Rembang, Kamis (8/12/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang berjanji membantu memulihkan trauma tiga korban pencabulan yang kasusnya kini sedang dalam penanganan polisi.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto pada Kamis (8/12/2016) pagi mengaku akan bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan psikolog guna memberikan konseling.

“Kami akan bekerjasama dengan KPAI dan meminta bantuan psikolog agar memberikan konseling supaya traumatik korban bisa kita hilangkan, meskipun secara bertahap,” katanya.

Namun menurut Kapolres, proses pemulihan korban dari trauma pencabulan dan persetubuhan tak diharapkan juga memerlukan keterlibatan pihak lain, dalam hal ini keluarga.

“Tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, dan Babinkamtibmas perlu berperan secara bersama dalam pemulihan trauma korban, meskipun keluarga lah benteng utama,” terangnya.

Mengenai pelaku pencabulan yang pelakunya biasanya orang atau kerabat atau keluarga dekat, pihak orang tua disarankan mengawasi selalu putra-putrinya.

“Anak-anak perlu diajak komunikasi secara sering. Kalau ada indikasi anak menjadi korban kekerasan atau pencabulan agar cepat dilaporkan, sehingga kita cepat bertindak,” tandasnya.

Pada kesempatan gelar ungkap kasus pencabulan di Mapolres Rembang, Kamis pagi, Kapolres juga mengungkapkan pengaruh pemakaian gajet terhadap perilaku seksual.

“Tentunya mereka (perilaku para pelaku, red.) dipengaruhi oleh semakin majunya teknologi. Sekarang mudah sekali akses internet, menonton film dewasa yang memotivasi cabul,” tandasnya.

Kapolres memastikan memproses hukum para tersangka pelaku pencabulan atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur dengan harapan diganjar hukuman maksimal.

“Hukumannya memang harus maksimal biar ada efek jera. Pelaku kita jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Dalam 10 hari terakhir, pihak Polres Rembang menangkap tiga orang karena melakukan pencabulan atau persetubuhan terhadap anak bawah umur.

Dua orang di antaranya bahkan dilakukan oleh seorang ayah terhadap anak tirinya, yaitu yang terjadi di Desa Soditan Kecamatan Lasem dan di Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori.

Adapun seorang lainnya adalah kuli bangunan yang disangka menyetubuhi seorang siswi SMP di Kecamatan Sedan setelah mengelabui korban dengan iming-iming dibelikan ponsel.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan