Polisi Gelar Pasukan Sikapi Unjuk Rasa Jakarta

Kamis, 3 November 2016 | 18:21 WIB
Kepolisian Resor Rembang menggelar apel gelar pasukan guna mengantisipasi kerawanan atas aksi unjuk rasa protes dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok di Ibukota pada Jumat, 4 November 2016. (Foto: mataairradio.com)

Kepolisian Resor Rembang menggelar apel gelar pasukan guna mengantisipasi dampak dan kerawanan atas aksi unjuk rasa protes dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok di Ibukota pada Jumat, 4 November 2016. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang menyatakan tidak mau kecolongan oleh kerawanan atas aksi unjuk rasa protes dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok di Ibukota pada Jumat, 4 November 2016.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, apel gelar pasukan di halaman Mapolres setempat, Kamis (3/11/2016) pagi, dilakukan untuk mengantisipasi gejolak di lapangan sebagai dampak dari aksi unjuk rasa yang kabarnya akan diikuti oleh puluhan ribu orang tersebut.

“Pengamanan dilakukan secara terpusat dan dilaksanakan secara serempak di seluruh wilayah Indonesia sebagai upaya antisipasi mencegah kerawanan menjelang, pada saat, dan setelah unjuk rasa 4 November 2016. Kami tidak mau overconfidence,” terangnya.

Sugiarto menyebutkan, selain unsur kepolisian, gelar pasukan tersebut juga melibatkan unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Senkom Rembang. Jalinan komunikasi dengan semua pihak dilakukannya sebagai bentuk kesiapsiagaan.

“Kejadian yang tak diinginkan dalam menangani unjuk rasa yang sebelumnya terjadi, jangan sampai terulang. Jaga stamina dan pikiran. Jangan sampai terpancing emosi dan serius lah dalam melaksanakan pengamanan,” katanya berpesan.

Sementara itu, sampai dengan Kamis (3/11/2016) pihak Polres Rembang masih memantau seliweran ujaran kebencian atau hate speech di lini masa dan jejaring media sosial; facebook, terkait aksi unjuk rasa 4 November 2016.

“Kami melakukan pemantauan di dunia maya, terkait ujaran kebencian menyangkut aksi unjuk rasa di Jakarta, besok (3/11/2016). Hasilnya tak ada yang menonjol. Kami minta masyarakat menahan diri dari tulisan-tulisan yang justru akan merugikan diri sendiri dan masyarakat,” ujarnya.

Mengenai aksi unjuk rasa di daerah yang bersifat mendukung demontrasi di Jakarta, di Rembang, kata Kapolres tidak ada tanda-tanda digelar seperti di Pati dan Kudus yang akan menggelar long march guna memberikan dukungan bagi massa di ibukota.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan