Polisi Buru Dua Orang Lagi Terkait Perampokan Maguan

Tuesday, 2 August 2016 | 13:11 WIB
Kepala Satreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono saat konferensi pers mengenai penangkapan tersangka pelaku pembunuhan terhadap pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, Sarno, Selasa (2/8/2016). (Foto: Pujianto)

Kepala Satreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono saat konferensi pers mengenai penangkapan tersangka pelaku pembunuhan terhadap pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, Sarno, Selasa (2/8/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang masih memburu dua orang terkait kasus perampokan dan pembunuhan Sarno, pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori.

Identitas lengkap buronan itu sudah dikantongi polisi dan saat ini dalam perburuan intensif tim dari Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

Kepala Satreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengungkapkan peran dua orang buronan itu masing-masing sebagai joki atau yang mengantar pelaku utama ke rumah pedagang emas, korban perampokan.

“Satunya lagi berperan sebagai eksekutor perampokan. Kami minta doa restunya semoga mereka bisa segera kita tangkap dalam waktu dekat,” bebernya saat konferensi pers mendampingi Kapolres Rembang AKBP Sugiarto, Selasa (2/8/2016).

Saat ini, polisi sudah menangkap enam orang tersangka; satu di antaranya masih dalam proses hukum di Polres Tuban terkait kasus pencurian disertai kekerasan yang terjadi di wilayah hukum kepolisian resor tersebut.

Keenam tersangka antara lain SW (46) warga Dukuh Babadan Desa Kuniran Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, UB (29) dan HD (33) warga Desa Lundo Kecamatan Jaken Kabupaten Pati, serta JN (34) warga Desa Sidoganti Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

Tersangka lainnya masing-masing AG (38) warga Desa Binangun Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban dan TG (32) warga Kampung Bojong Desa Kamasan Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, Banten. Kesemuanya adalah residivis kasus pencurian dengan disertai kekerasan.

“Penangkapan kami awali dari UB. UB ke AG. UB kami tangkap di daerah Cakung, sedangkan AG kami tangkap di Kedoya, Jakarta. Dari keduanya kita kembangkan ke perkara 480 (penadahan, red.) hingga menangkap TG di Serang-Banten,” tandasnya.

Peringkusan para tersangka tersebut menyita waktu sekitar 15 hari dengan koordinasi beberapa Polda di antaranya Jateng, Jatim, Banten, dan Polda Metro Jaya.

“Karena mereka ini residivis, teknik dan taktik pelarian mereka kuasai, sehingga kami mesti lakukan penyelidikan ekstra. Soal perhiasan emas berbagai bentuk ( seberat 2 kilogram) dijual dalam dua bagian di Jakarta,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan