Polisi Bentuk Pasukan Siber Patroli Hoaks Jelang Pilgub

Selasa, 30 Januari 2018 | 17:58 WIB

Ilustrasi. (Dikutip dari akurat.co)

 

REMBANG, mataairradio.com – Polisi membentuk pasukan siber untuk melakukan patroli terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks menjelang Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2018.

“Berita hoaks berpotensi dimunculkan menjelang Pilgub. Namun kami memastikan akan menindak tegas para penyebar berita bohong sesuai aturan yang berlaku,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso.

Berita bohong, menurutnya, telah secara nyata digunakan oleh para pelaku terorisme. Mereka menebar hoaks di internet sebagai dunia maya untuk memengaruhi orang, sehingga menjadi teror melalui simpatisan militan.

“Kami telah menyusun standar operasional prosedur (SOP) untuk menangkal hoaks menjelang Pilgub Jateng 2018, dengan melakukan 4-Co, yaitu complain, coordinate, consultative, dan corrective,” terangnya.

Polisi, menurutnya, akan mendeteksi hoaks dari penyebarnya, hingga pada pangkal sumber informasinya. Anggota kepolisian secara khusus sudah dibekali dengan teknik pengungkapan berita bohong, terutama yang berbau SARA.

“Penyebar hoaks bisa dijerat dengan Pasal 28 Ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Telekomunikasi Elektronik. Ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda maksimal satu miliar rupiah,” katanya.

Pihak kepolisian berharap kepada masyarakat agar hati-hati dalam mengonsumsi berita. Jangan asal membagi, tetapi agar lebih dulu dicermati. Apalagi jika isinya berbau suku, agama, ras, antar golongan.

“Selain berita, hoaks bisa berupa gambar bahkan video,” pungkasnya dalam sebuah kesempatan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan