Polisi Bekuk Dua Pengecer Kupon Togel Hongkong

Minggu, 21 Agustus 2016 | 16:06 WIB
Barang bukti kasus judi togel di Kabupaten Rembang saat dibeber dalam sebuah kesempatan. (Foto: Pujianto)

Barang bukti kasus judi togel di Kabupaten Rembang saat dibeber dalam sebuah kesempatan. (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Petugas polisi dari Kepolisian Resor Rembang membekuk dua orang tersangka pengecer kupon judi toto gelap (togel) dari dua tempat berbeda di Kecamatan Sumber.

Salah seorang tersangka ditangkap di sebuah warung kopi di Desa Grawan, sedangkan seorang tersangka lagi ditangkap dari pertigaan Dukuh Keso Desa Tlogotunggal.

Tersangka yang ditangkap di Desa Grawan bernama Sutrisno (48) warga RT 4 RW 2 Desa Megulung, sedangkan yang ditangkap di Keso adalah Kiswanto (34) warga RT 1 RW 4 Desa Randuagung.

Dari tangan Sutrisno, polisi mengamankan antara lain uang tunai toto Rp579 ribu, dua pulpen, satu ponsel merek Nokia, dua bendel rekapan, empat kupon togel hongkong, dan satu bendel karbon hitam.

Selain itu, diamankan juga satu lembar catatan hasil pembelian, dan satu bendel buku ramalan. Sementara dari tersangka Kiswanto, disita uang tunai Rp251 ribu, satu ponsel merek Samsung, tiga bendel rekapan, dan empat buah kupon togel hongkong.

Kesemuanya dibawa oleh petugas polisi sebagai barang bukti. Kedua tersangka tersebut pun ditahan di sel tahanan Mapolres Rembang untuk penyidikan lebih lanjut.

“Peran keduanya sama-sama pengecer. Keduanya bukan target operasi, melainkan hasil dari sebuah operasi rutin itu saja. Setelah kita tangkap pada Jumat (19/8/2016) malam lalu, kini keduanya kami tahan,” ungkap Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono.

Dua tersangka tersebut dijerat oleh penyidik kepolisian dengan Pasal 303 KUHP, yang ancaman hukumannya maksimal sepuluh tahun penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan