Polisi Batasi Konvoi Takbir Keliling Masuk Pusat Kota

Kamis, 14 Juni 2018 | 15:42 WIB

Takbir keliling di Rembang pada 2016. (Foto: youtube.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Polisi membatasi konvoi takbir keliling dari daerah-daerah masuk ke pusat kota Rembang.

Polisi bersiaga di sejumlah titik seperti Pertigaan Pasar Pentungan, Bundaran Adipura, Perempatan Jaeni, Perempatan Eks Stasiun, dan Bundaran Pasar Rembang.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Roy Irawan menyarankan, takbir keliling digelar di masjid-masjid saja.

“Kalau pun tetap menggelar takbir keliling, agar ada koordinatornya, supaya jelas rutenya,” terangnya.

Takbir keliling berpotensi menyendat kelancaran arus lalu lintas. Sebab, selain kendaraan takbir keliling, warga juga tumplak menyaksikan.

Untuk mengamankan takbir keliling jelang Idul Fitri tahun ini, satuan lalu lintas turun dengan kekuatan 40 personel.

Di wilayah Rembang Kota, Kasatlantas mengaku hanya menerima pemberitahuan sekaligus izin melakukan kegiatan takbir keliling dari Ikatan Remaja Masjid Tasikagung (Irmatas).

“Rutenya, dari Jembatan Karanggeneng ke arah timur menyusuri Jalur Pantura hingga Terminal Rembang. Selanjutnya belok kanan melintasi depan Masjid Agung hingga Perempatan SD Kutoharjo,” katanya.

Kemudian belok kanan menyusuri Jalan Sutomo lalu belok ke utara untuk kembali pulang ke Tasikagung.

Roy menyebut, takbir keliling dari Irmatas digelar rutin setiap tahun.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso berharap kepada masyarakat yang menggelar takbir keliling agar berlaku lebih bijak.

Menurutnya, jangan sampai, takbir keliling justru memicu gesekan antardesa hanya gara-gara ulah oknum peserta konvoi.

“Kami memang membatasi masuknya arak-arakan takbir keliling ke pusat kota Rembang guna menghindari ketersendatan, bahkan kemacetan arus lalu lintas di malam Lebaran,” pungkasnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan