PNS Dilarang Terima Parsel dan Pakai Mobil Dinas Buat Mudik

Sabtu, 2 Juli 2016 | 13:35 WIB
Mobil dinas yang terparkir hampir tiap hari di areal Kantor Pemkab Rembang. (Foto: Pujianto)

Mobil dinas yang terparkir hampir tiap hari di areal Kantor Pemkab Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Rembang dilarang menerima parsel atau bingkisan lebaran dan tidak boleh memakai mobil dinas untuk kepentingan mudik ke kampung halaman.

Larangan tersebut diungkapkan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz seusai membagikan bingkisan kepada para abang becak, tukang ojek, dan fakir miskin di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati setempat, Sabtu (2/7/2016) pagi.

Ia menyatakan sudah membuat surat edaran ke setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang merupakan tindak lanjut edaran dari Men-PAN dan Reformasi Birokrasi, baru-baru ini.

“Semua mobil dinas mesti dikandangkan dan dinas atau bagian terkait mesti membuat tanda terima pengandangan. Hal ini untuk mengindari PNS yang secara diam-diam nekat memakai mobil dinas buat mudik,” tegasnya.

Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hari Susanto membenarkan adanya larangan bagi PNS menerima parsel dan penggunaan mobil dinas guna mudik lebaran, sebagaimana surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Tidak boleh pakai mobil dinas untuk lebaran. Sudah ada edaran dari Bupati menindaklanjuti edaran dari Men-PAN ke dinas-dinas. Soal larangan menerima parsel juga,” ujarnya.

Sementara itu, mulai hari Senin (4/7/2016) depan hingga Minggu (10/7/2016), para pegawai negeri sipil mendapat cuti bersama sehingga libur untuk lebaran tahun ini, sehingga baru kembali aktif bekerja pada 11 Juli 2017.

Berdasarkan edaran dari Men-PAN, tidak boleh ada cuti tambahan terkait lebaran, sehingga apabila PNS nekat menambahnya sendiri pihak pemkab sudah menyiapkan sanksi, tetapi ancamannya tidak cukup berat alias hanya sekadar teguran.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan