PNS Di Rembang Diwajibkan Pakai Bright Gas

Rabu, 28 Desember 2016 | 18:15 WIB
Rapat Koordinasi Penataan Pangkalan Elpiji di wilayah Kabupaten Rembang di Lantai IV Gedung Setda setempat Rabu (28/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Rapat Koordinasi Penataan Pangkalan Elpiji di wilayah Kabupaten Rembang di Lantai IV Gedung Setda setempat Rabu (28/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Rembang diwajibkan memakai bright gas elpiji ukuran 5,5 kilogram per 1 Januari mendatang.

Para abdi negara ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat luas agar beralih dari penggunaan elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram ke brightgas, nonsubsidi.

Menurut Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, masyarakat perlu mengenal terlebih dahulu bright gas agar tahu kelebihan dan kekurangan dari elpiji keluaran baru Pertamina ini.

“Kita mulai dari PNS dulu, sehingga muncul rasa ingin tahu masyarakat untuk mencoba. Jika masyarakat sudah tertarik, baru kita buat imbauan melalui surat edaran ke masing-masing kecamatan,” katanya.

Pada Rapat Koordinasi Penataan Pangkalan Elpiji di wilayah Kabupaten Rembang di Lantai IV Gedung Setda setempat Rabu (28/12/2016) Bayu menyebutkan, elpiji subsidi hanya bagi warga kurang mampu.

“Masyarakat menengah ke atas mestinya tidak pakai elpiji subsidi yang tiga kilo. Agar tidak terjadi kelangkaan, Pertamina menghadirkan bright gas untuk masyarakat yang ekonomi golongan menengah ke atas,” ujarnya.

Selain dengan hadirnya bright gas, pihak Pemkab Rembang juga berencana menambah agen sehingga menjadi masing-masing satu di setiap kecamatan dan pangkalan di tiap desa serta menambahkan satu lagi SPBE.

Sales Executive Pertamina Gas Domestik Region IV Semarang Agung Nurhananto Putro mengatakan, konsumsi elpiji subsidi tiga kilogram di Kabupaten Rembang tumbuh 1,3 persen pada 2016.

“Dibandingkan 2015, peningkatan konsumsi elpiji subsidi tiga kilogram di Rembang mencapai 15 persen. Diperkirakan hingga Desember nanti, konsumsinya tidak over target 13.509 matrik ton,” katanya dalam paparan.

Hingga Desember 2016, masih ada 87 desa yang belum terisi pangkalan dari 294 desa/kelurahan di Kabupaten Rembang. Jumlah pangkalan elpiji di daerah ini sendiri sudah sebanyak 433 unit.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan