PMII Rembang Demo, Sentil Realisasi APBD Rembang Rendah

Senin, 9 September 2019 | 20:28 WIB
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Rembang melakukan aksi unjuk rasa, di depan Gedung DPRD Rembang, pada Senin (9/9/2019) pagi. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung di dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kabupaten Rembang melakukan demontrasi di depan Gedung DPRD Rembang, pada Senin (9/9/2019) pagi.

Ahmad Fiqi Nasrullah salah satu mahasiswa anggota PMII Rembang yang ikut dalam unjuk rasa itu menjelaskan, aksi unjuk rasa tersebut berisi tentang beberapa kritikan dari mahasiswa.

“Diantaranya adalah terkait masih rendahnya tingkat penyerapan atau realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rembang tahun 2019. Kemudian soal aksis rasisme dan persekusi yang dialami mahasiswa Papua di sejumlah daerah di Jawa Timur,” katanya.

Dia menyebutkan, dari total seluruh rencana pembangunan yang tertuang di APBD 2019, baru 30 persen yang sudah tercapai atau direalisasikan oleh Pemerintah. Ada sekitar 529 proyek yang hingga kini kondisinya masih jalan di tempat.

Lalu, lanjutnya juga terkait kebijakan pemerintah yang memberikan bantuan kepada Kampus Undip di Rembang berupa uang senilai Rp10 miliar serta lahan seluas 10 hektare.

“Seharusnya Pemerintah lebih memberdayakan serta mengapresiasi terlebih dahulu terhadap kampus-kampus di Rembang yang sebelumnya sudah ada,” imbuhnya kepada awak media.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang Majid Kamil mengatakan, bakal mendukung beberapa permintaan para mahasiswa yang berunjuk rasa di kantornya tersebut.

“Misalnya seperti permohonan supaya DPRD Rembang meminta pengusutan insiden rasisme dan perundungan terhadap mahasiswa asal Papua yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Majid Kamil juga berkomitmen menjalankan fungsi-fungsi DPRD, untuk memrealisasikan program-program pembangunan di Rembang yang dinilai banyak yang belum direalisasikan.

“Selain itu, kami juga mendukung upaya kaji ulang atas kebijakan Bupati Rembang terkait pemberian bantua kepada Kampus Undip di kabupaten ini,” punghkasnya.

Sebelumnya, massa yang berjumlah sekitar 60 mahasiswa itu melakukan orasi di sekitar Jalur Pantura dekat dengan tugu adipura. Kemudian merapat ke Depan Gedung DPRD Rembang.

Unjuk rasa diwarnai dengan aksi mahasiswa membawa spanduk, yang salah satunya bertuliskan “Kita Butuh Wakil Rakyat, Bukan Wakil Birokrat”. Tidak ada aksi anarkisme, selama demontrasi berlangsung berjalan dengan tertib dan kondusif.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan