Komisi C Belum Rumuskan Tempat Baru Bagi PKL Alun-Alun

Jumat, 29 Maret 2013 | 18:39 WIB
PKL di kawasan Alun-Alun Kota Rembang

PKL di kawasan Alun-Alun Kota Rembang. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Komisi C DPRD Kabupaten Rembang menyatakan tengah mengupayakan tempat baru bagi para pedagang kaki lima atau PKL di kawasan Alun-Alun Kota Rembang. Langkah tersebut ditempuh menyusul adanya rencana penataan alun-alun setempat pada tahun ini.

Anggota Komisi C DPRD Rembang Puji Santoso kepada Reporter MataAir Radio, Jumat (29/3) pagi menyatakan, seluruh anggota komisinya telah melakukan rapat dengan konsultan perencanaan Citra Desain untuk mengetahui sejauh mana perkembangan rencana penataan alun-alun kota ini.

Bahkan dari pertemuan itu diketahui bahwa desain tata letak telah hampir dirampungkan. Namun Puji mengungkapkan, penataan Alun-Alun Kota Rembang saat ini tinggal menunggu masukan dari Komisi C khususnya yang berkaitan dengan keberadaan pedagang kaki lima atau PKL.

Menurutnya para pedagang itu memang perlu dicarikan tempat baru agar tetap bisa berjualan seperti biasanya. Ia menegaskan, sebelum penataan alun-alun senilai Rp1,8 miliar itu dikerjakan, pihak pelaksana proyek sudah harus melakukan sosialisasi kepada para pedagang di kawasan itu.

Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, terkait wacana penggunaan cemara sebagai tanaman penghijauan pada penataan Alun-Alun Kota Rembang, masih diperlukan koordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang. Pihaknya juga memastikan, penggunaan cemara masih sebatas wacana, sehingga masih mungkin terjadi perubahan.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, Gunasih juga mengatakan, terkait penggunaan pohon cemara untuk tanaman penghijauan di alun-alun, secara prinsip tidak menjadi persoalan. Selain pohon palem, tanaman apapun yang nantinya akan dipilih dalam penataan Alun-Alun Kota Rembang, pihaknya menyatakan sepakat. (Afta Ahmad)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan