Pimpinan Daerah Rembang Kumpul Antisipasi Kasus Klaten

Rabu, 10 Agustus 2016 | 19:48 WIB
Pimpinan daerah di Kabupaten Rembang berkumpul pada sebuah kesempatan, Rabu (10/8/2016) siang, guna menyikapi kasus intoleransi di Klaten yang perlu diantisipasi agar tidak meluas di Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

Pimpinan daerah di Kabupaten Rembang berkumpul pada sebuah kesempatan, Rabu (10/8/2016) siang, guna menyikapi kasus intoleransi di Klaten yang perlu diantisipasi agar tidak meluas di Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rembang dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) daerah setempat berkumpul pada Rabu (10/8/2016) siang antara lain guna mengantisipasi kasus inteloransi antar-umat beragama.

Kasus perusakan patung Bunda Maria di sebuah gereja di Kabupaten Klaten, perlu diantisipasi agar tidak meluas sehingga terjadi di Kabupaten Rembang serta mengganggu kondusivitas wilayah dan kerukunan antarumat beragama.

Tampak di perkumpulan siang itu Bupati Rembang Abdul Hafidz, Kapolres AKBP Sugiarto, Dandim 0720 Letkol Darmawan Setyadi, Ketua FKUB Zaenal Amroni, Wakil Ketua DPRD Bisri Cholil Laquf, Kajari Nur Rohman, dan Kepala Pengadilan Negeri Rembang Bambang Sucipto.

Kapolres Rembang mengatakan, menjaga toleransi membutuhkan peranan semua pihak, sehingga kemungkinan gangguan keamanan akan bisa dideteksi sejak dini, terutama yang dipicu fanatisme agama yang berlebih-lebihan.

“Jangan ada provokasi dari berbagai lintas atau dari masing-masing agama, agar tidak ada permasalahan yang bisa menganggu keamanan dan ketertiban di Kabupaten Rembang,” sambung Dandim 0720 Rembang Letnan Kolonel Infanteri Darmawan Setyadi.

Wakil Ketua DPRD Rembang Bisri Cholil Laquf menyambut baik forum silaturahmi, inisiatif dari pihak Polres dan Kodim, sebagai langkah cepat mengantisipasi kasus intoleransi di kabupaten ini, bahkan pelaksanaannya bisa dilakukan setiap tiga bulan.

“Jika keamanan kondusif, saya meyakini pembangunan kabupaten pun akan berjalan lancar. Sebab kita sebagai masyarakat Rembang memiliki kewajiban ikut menjaga kondusivitas wilayah baik dalam hal keamanan maupun peribadatan,” ujarnya.

Senada, Ketua FKUB Zaenal Amroni memberikan apresiasi kepada Forkompimda yang cepat bereaksi atas situasi dan kondisi terkini mengenai ancaman sikap intoleransi.

“Sudah menjadi kewajiban umat beragama untuk urun-rembuk memberi sumbangsih demi kondusivitas lingkungan. Mudah-mudahan Rembang semakin sejahtera, damai, dan maju,” katanya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, situasi aman dan kondusif perlu jadi garda terdepan yang mesti diwujudkan agar pembangunan nasional dan kehidupan berbangsa, terus bisa berlangsung.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan