Pilkades Tiga Desa Diikuti Calon Luar Daerah

Kamis, 17 November 2016 | 09:17 WIB
Kepala Sub-Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang Gunari. (Foto: Pujianto)

Kepala Sub-Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang Gunari. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan bahwa dari 43 desa yang menggelar Pilkades 30 November nanti, tiga desa di antaranya diikuti oleh calon dari luar daerah.

Menurut Kepala Sub-Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang Gunari, desa yang Pilkadesnya diikuti oleh calon dari luar daerah adalah Kajar dan Gunem Kecamatan Gunem dan Mantingan Kecamatan Bulu.

“Yang Desa Kajar dan Gunem salah satu calonnya ada yang dari luar desa. Tetapi yang di Desa Mantingan, dari lima calon, salah satunya bahkan dari Kabupaten Pati,” katanya kepada mataairradio.com, Kamis (17/11/2016).

Ia menjelaskan, calon dari luar desa bahkan luar kabupaten, bisa mengikuti pilkades karena telah diatur pada Peraturan Bupati Rembang sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi bahwa calon kepala desa tidak terbatasi domisili.

“Dengan demikian, maka total calon kepala desa, setelah penetapan pada 11 November lalu sebanyak 112 orang. Jika dikurangi dengan calon kepala desa yang mundur di Pandangan Wetan, maka tinggal 111,” ujarnya.

Gunari menambahkan, pada saat sekarang, hampir semua desa yang akan menyelenggarakan Pilkades secara serentak, sedang merampungkan pencetakan kartu suara.

“Sementara ini, sambil menunggu tahapan kampanye calon (pada 27 dan 28 November 2016), panitia fokus merampungkan pencetakan kartu suara,” imbuhnya.

Pencetakan kartu suara, katanya, diserahkan sepenuhnya kepada panitia Pilkades masing-masing, sedangkan peran pemerintah kabupaten dan Kecamatan, sebatas memfasilitasi dan memastikan kelancarannya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan