Pilkades Serentak Rembang Paling Cepat Akhir Oktober

Kamis, 18 Agustus 2016 | 15:10 WIB
Asisten I Sekda Rembang Subakti saat memberikan bimbingan teknis terkait APBDes di hadapan para kepala desa di Kabupaten Rembang, Rabu (26/11/2014) siang. (Foto:Pujianto)

Asisten I Sekda Rembang Subakti saat memberikan bimbingan teknis terkait APBDes di hadapan para kepala desa di Kabupaten Rembang, Rabu (26/11/2014) siang. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak tahap II di Kabupaten Rembang diperkirakan berlangsung paling cepat akhir Oktober 2016.

Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Subakti menjelaskan, pelaksanaan Pilkades dilakukan setelah perubahan SOTK.

Sementara, menurutnya, peraturan daerah yang memuat perubahan struktur organisasi tata kerja dimungkinkan baru akan kelar atau disahkan pada sekitar September mendatang.

Apalagi, sampai dengan Kamis (18/8/2016), peraturan bupati yang memuat ketentuan terperinci mengenai pelaksanaan Pilkades serentak juga masih dalam penyempurnaan.

“Paling cepat, Pilkades pada akhir Oktober lah. Menunggu SOTK baru dan pengisian pejabat-pejabatnya. Ini sambil menunggu semuanya, perbup kita sempurnakan,” terang Subakti, baru-baru ini.

Ia mengungkapkan, beberapa ketentuan anyar menyangkut Pilkades antara lain tentang pembiayaan pelaksanaan pemilihan kepala desa yang tidak lagi oleh calon.

“Iya. Pembiayaan Pilkades oleh Pemkab. Yang sudah teranggarkan Rp1,5 miliar. Mesti terserap tahun ini agar Pilkades tidak berlarut-larut,” kata Subakti.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Sub-Bagian Pemerintahan Desa pada Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang Gunari menilai anggaran Rp1,5 miliar tersebut cukup untuk menggelar Pilkades di 45 desa.

“Kami sudah menghitung keperluan untuk Pilkades. Dengan anggaran Rp1,5 miliar tersebut, kami anggap cukup untuk pelaksanaan pilkades di 45 desa,” katanya.

Ia menambahkan setelah pilkades tahun 2016, Pemkab baru akan melaksanakan pemilihan kepala desa lagi pada tahun 2017, yakni untuk tiga desa.

“’Tahun 2013 lalu, sudah ada 239 yang menggelar pilkades. Tahun 2015 45 desa. Sisanya (tiga desa, red.) baru tahun depan karena habis masa jabatan kades memang tahun depan,” pungkas Gunari.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan