Pihak Desa Kawal Penyidikan Kasus Pembunuhan Rochmadi

Kamis, 29 Desember 2016 | 15:09 WIB
Tersangka pembunuh Rochmadi, warga Dukuh Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori berhasil ditangkap oleh polisi meskipun sempat kabur sampai ke Jawa Timur. Foto dikutip dari laman metrosemarang.com)

Tersangka pembunuh Rochmadi, warga Dukuh Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori berhasil ditangkap oleh polisi meskipun sempat kabur sampai ke Jawa Timur. (Foto dikutip dari laman metrosemarang.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Pemerintah Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori akan mengawal penyidikan kasus pembunuhan terhadap Rochmadi (24), warga setempat.

Pengawalan akan dilakukan dengan memenuhi panggilan dari pihak Kepolisian Resor Kota Besar Semarang apabila dibutuhkan. Begitu pun dari pihak keluarga korban.

Rohmadi alias Vera ditemukan dalam kondisi tewas di kebun tebu di Gunungpati, Kota Semarang, pada 21 Desember 2016. Ia dihabisi oleh pria yang mengencaninya.

Tersangka pelaku pembunuhan itu bernama Joko Sutrisno (27) warga Pandean Lamper, Semarang Selatan. Pihak kepolisian menangkap pelaku saat bersembunyi di Boyolali.

Pelaku merupakan pelanggan yang mengajak kencan korban. Keduanya lalu pergi berdua dengan menggunakan sepada motor Honda Supra X milik korban ke daerah Gunungpati.

Usai kencan, pelaku mengaku tak membayar sesuai dengan kesepakatan awal. Pelaku yang emosi kemudian memukul korban dengan sebatang besi ke bagian kepala dan tangan.

Selanjutnya, pelaku membawa kabur sepeda motor serta barang berharga korban. Sepeda motor milik korban dijual dengan harga satu juta rupiah.

Setelah menangkap pelaku, pihak desa dan keluarga dikabari oleh pihak kepolisian. Namun kabar diberikan sebatas lewat sambungan telepon, tapi lumayan melegakan.

“Hampir tiap hari, kami dan keluarga rajin kontak pihak kepolisian di Semarang,” ujar Kepala Desa Gunungsari Bambang Supriyanto pada Kamis (29/12/2016) siang.

Ia menyebutkan, bentuk pengawalan juga sudah dilakukan sejak polisi menyelidiki kasus pembunuhan ini, yaitu dengan cara menginformasikan nomor handphone lain korban.

“Tertangkapnya pelaku itu juga andil dari keluarga yang memberikan nomor HP lain, smartfren, milik korban yang masih aktif. Polisi melacak keberadaan pelaku lewat nomor itu,” katanya.

Menurut Bambang, pelaku sempat terlacak berada di daerah Jawa Timur, tetapi kemudian bergerak menuju daerah Sragen, sebelum akhirnya tertangkap di daerah Simo, Boyolali.

“Polisi bilang ke kami dan keluarga agar kalau nanti dibutuhkan datang ke Polrestabes Semarang, kapanpun waktunya harus siap. Karena kata polisi, itu penting untuk pengembangan kasus,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan