Petani Tembakau Rembang Butuh Bantuan Alsintan dan Pupuk

Minggu, 9 Agustus 2020 | 17:38 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memberikan penjelasan dalam sebuah acara dialog bersama yang bertajuk “Ngopi Bareng Sedulur Tani”, pada Ahad (9/8/2020) pagi, di Lapangan Desa Panohan Kecamatan Gunem. (Foto: mataairradio.com)

 

GUNEM, mataairradio.com – Petani tembakau di Kabupaten Rembang butuh bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan pupuk.

Hal itu muncul saat acara dialog bersama yang bertajuk “Ngopi Bareng Sedulur Tani”, pada Ahad (9/8/2020) pagi, di Lapangan Desa Panohan Kecamatan Gunem.

Acara yang digelar oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang itu, diharidi oleh sekitar 100 petani yang berasal dari berbagai kecamatan.

Darsuki salah satu petani tembakau yang sekaligus Ketua APTI Kecamatan Lasem mengungkapkan, bahwa petani di wilayahnya butuh bantuan Alsintan dan pupuk.

Menurut dia, dulu pemerintah pernah ada program bantuan berupa Alsintan untuk para petani, namun dua tahun belakangan ini, program tersebut tidak ada lagi.

Ia menilai, padahal bantuan Alsintan mampu membuat kegiatan di bidang pertanian menjadi efisien.

Selain itu, dirinya mengeluhkan terkait bibit tembakau varietas “Marem II” yang ia tanam, daunnya tidak dapat tumbuh secara normal, karena diserang ulat.

“Tembakau untuk yang ‘Marem II’ itu di tempat kami tidak bisa naik. Ada ulat di dalam batang. Sama itu, seperti biasanya dulu ada perhatian dari pemerintah berupa Alsintan, ini dua tahun tidak ada sama sekali. Kami mohon bantuan Alsintan, termasuk pupuk diperhatikan,” ungkapnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz yang hadir dalam acara dialog itu membenarkan, memang petani tembakau di daerahnya banyak yang mengeluhkan varietas tembakau khususnya untuk yang “Marem II” dan soal ketersediaan pupuk.

Ihwal ketersediaan pupuk, Hafidz menjelaskan, alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Rembang hanya delapan ribu ton, sedangkan di dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) sebesar 18 ribu ton.

Atas persoalan itu, ia melanjutkan, Pemkab Rembang sudah memberikan solusi dengan memberikan kebutuhan pupuk, namun dengan harga non subsidi.

“Memang banyak keluhan yang berkaitan dengan varietas dan pupuk. Jadi Pemkab ini memang jauh dari kebutuhan di dalam mengalokasikan anggaran yang telah masuk dalam RDKK.

RDKK kita 18 ribu, tetapi hanya delapan ribu, ini kan jauh, sehingga muncul persoalan. Tapi kami dari Pemda memberi solusi untuk kebutuhan pupuk meskipun dengan harga non subsidi,” tuturnya.

Hafidz menyebutkan, luas lahan tanaman tembakau di Kabupaten Rembang saat ini seluas lima ribu hektare.

“Tetapi kami mengajukan lagi tambahan luas lahan tembakau sebanyak seribu hektare, sehingga total ada enam rubuan hektare,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan