Petani Tembakau Bertambah Tiap Tahun di Rembang

Senin, 9 Mei 2016 | 15:50 WIB
Petani menyiram tebaran benih tembakau pada bedengannya, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

Petani menyiram tebaran benih tembakau pada bedengannya, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jumlah petani tembakau tercatat terus bertambah pada tiap tahunnya sejak dikembangkan secara kemitraan pada tahun 2010 di Kabupaten Rembang.

Menurut catatan pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang, pada 2010, jumlah petani tembakau tercatat hanya sekitar 80 orang, kemudian menjadi 200 orang pada 2011.

Berikutnya pada 2012 menjadi 1.200 orang, jadi 2.200 orang pada 2013, bertambah menjadi 4.000-an petani pada 2014, dan menjadi 6.400 orang pada 2015.

“Tahun ini ada 10 persen petani baru (tembakau) di Kabupaten Rembang),” beber Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Yosophat Susilo Hadi, Senin (9/10/2016).

Artinya dengan 10 persen petani baru, maka jumlah petani tembakau pada tahun ini 7.000 orang lebih. Sesuai pendaftaran ada 3.500 hektare lahan yang akan ditanami tembakau pada tahun ini.

“Hampir semua petani lama menanam lagi tembakau di tahun ini. Pekan pertama Mei ini sudah mulai ada beberapa petani yang tanam,” ungkapnya.

Susilo menjelaskan, petani baru yang menanam tembakau pada tahun ini berasal dari mereka di zona merah yang kini menyewa lahan di kecamatan lain yang diperbolehkan.

“Zona merah (seperti Kaliori, Rembang, Lasem) menyewa lahan (di daerah dalam seperti Sulang dan Sumber). Sale pun mulai menanam pada tahun ini,” ujarnya menyebutkan.

Selain itu, petani yang tergolong baru menanam tembakau juga berasal dari daerah yang pada tahun-tahun sebelumnya belum sampai menanam komoditas tersebut.

“Sale, sekarang mulai menanam. Sale berapa hektare masih belum jelas (meski catatan APTI Rembang sekitar 60 hektare),” ujarnya menambahkan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan