Petani Rembang Didorong Lakukan Percepatan Tanam Padi

Jumat, 4 November 2016 | 14:28 WIB
Pencanangan percepatan penanaman padi serentak di Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori, Jumat (4/11/2016) pagi. Percepatan tanam padi ini dalam kerangka mewujudkan target 250.000 ton gabah kering giling pada 2017. (Foto: Pujianto)

Pencanangan percepatan penanaman padi serentak di Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori, Jumat (4/11/2016) pagi. Percepatan tanam padi ini dalam kerangka mewujudkan target 250.000 ton gabah kering giling pada 2017. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para petani di Kabupaten Rembang didorong melakukan percepatan menanam padi periode Oktober-Maret agar target swasembada pangan pada tahun 2017 tercapai.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan pencanangan percepatan penanaman padi serentak sudah dilakukan di Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori.

“Percepatan tanam padi ini dalam kerangka mewujudkan target 250.000 ton gabah kering giling pada 2017,” ujarnya selepas melakukan tanam padi serentak, Jumat (4/11/2016) pagi.

Menurutnya, sebagian petani sudah mulai melakukan tanam padi pada Oktober kemarin. Realisasi tanam padi pada bulan kemarin itu tembus 3.000 hektare tersebar di berbagai kecamatan.

“Bulan November ini target realisasi tanam padi adalah 9.000 hektare, sedangkan target luas tanam pada periode Oktober-Maret mesti tembus 37.000 hektare. Jadi perlu percepatan,” terangnya.

Suratmin menyebutkan, guna percepatan tanam padi ini, para petani digelontor bantuan seperti benih sebanyak 15.000 ton dan alat-alat tanam seperti transplanter.

“Perlu ada percepatan tanam karena musim hujan datang maju. Oktober sudah mulai turun hujan. Target kita pada 2017 nanti akan ada 45.000 hektare tanaman padi,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan