Petani Peminat Tembakau Diprediksi Membeludak

Jumat, 30 November 2012 | 22:11 WIB

 

Petani Tembakau

REMBANG – MataAirRadio.net, Jumlah petani di Kabupaten Rembang yang berminat menanam tembakau pada musim tanam mendatang nampaknya bisa membeludak.

Namun, menurut Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Rembang, Maryono, niat itu belum tentu terkabul utuh, lantaran PT Sadana Arif Nusa selaku mitra petani tembakau di kabupaten ini, belum memutuskan luasan pertanian tembakau yang hendak dikembangkan.

Maryono yang dihubungi reporter MataAir Radio, Jumat (30/11) menyebutkan, sosialisasi mengenai pengembangan tembakau untuk 2013 sudah diluncurkan.

Rata-rata, jumlah petani di setiap desa yang berminat mengembangkan tembakau bertambah hingga dua kali lipat. Misalnya di Desa Grawan Kecamatan Sumber. Dari semula hanya 15 orang yang mengembangkan, pada sosialisasi Kamis (29/11) malam, peminatnya menjadi 43 orang.

Sementara ini, kata Maryono, setiap petani baru hanya diberikan jatah setengah hektare agar kualitas tembakau yang diproduksi bisa lebih optimal dan menguntungkan.

Tak hanya itu, untuk mengefisiensi pengawasan, jumlah anggota per kelompok petani tembakau juga dikurangi dari tujuh menjadi hanya empat orang. Namun, keputusan tetap mengenai usulan luasan pengembangan per kelompok baru akan diputuskan pada 7 Desember mendatang.

Dengarkan rekaman di sini.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Yosophat Susilo Hadi menyatakan akan memperjuangkan persetujuan luasan lahan tembakau untuk dikembangkan petani pada 2013 menjadi 3.000 hektare, tidak seperti wacana PT Sadana Arif Nusa yang sebelumnya atau hanya 2.000 hektare.

Apalagi, PT Sadana Arif Nusa telah bersepakat untuk mengembangkan pertanian tembakau hingga 5.000 hektare di Kabupaten Rembang. Memang itu bertahap hingga 2015, namun angka 3.000 hektare pada 2013, menurut Susilo masih cukup realistis.

Dengarkan rekaman di sini.

Untuk diketahui, selama musim tembakau pada 2012, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembag mencatat ada seluas 1.015 hektare tanaman tembakau yang dikembangkan oleh sekitar 2.200 petani di Kabupaten Rembang.

Dari jumlah itu, omzet produksi pertanian tembakau di Kabupaten Rembang mencapai lebih dari Rp35 miliar dengan produktivitas rata-rata dua ton per hektare. (Pujianto)




One comment
  1. Rifai

    Desember 28, 2012 at 10:23 am

    1. Foto yang terpampang di artikel bukan tanaman tembakau di Rembang, Minta tolong agar hati-hati karena bisa mempengaruhi masyarakat petani untuk mencari jenis tersebut padahal jenis tersebut belum tentu sama dengan yang diinginkan pabrikan/mitra
    2. Dengan produktivitas 2 ton/Ha, berarti akan ada produksi lebih dari 2000 ton sehingga uang yang beredar di tahun 2012 lebih dari 35 milyar. Besar sekali ya ????
    3. Mari kita sukseskan dan tingkatkan mutu tembakau di Rembang …… Petani BANGKIT bersama MAREM

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan