Pesta Miras Oplosan, Seorang Remaja Sendangmulyo Tewas

Selasa, 24 Oktober 2017 | 16:31 WIB

M Adi Arifin (16) Warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, salah satu korban miras oplosan yang selamat dan masih dirawat di puskesmas setempat, pada Selasa (24/10/2107) pagi. (Foto : Mukhammad Fadlil)

 

SLUKE, mataairradio.com – Seorang remaja bernama Sukani (14) warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke tewas akibat menenggak miras oplosan.

Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang pada Senin (23/10/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Selain Sukani, ada tiga korban miras oplosan yang lain yaitu Suhadi (34), Ahmad Zaenuri (24), dan M Adi Arifin (16). Ketiganya juga warga Sendangmulyo.

Berdasarkan sumber mataairradio, sebelumnya mereka menerima sebuah botol ukuran 1,5 liter berisi tuak dari seorang sopir yang tak mereka kenal.

Mereka lalu mencampurnya dengan minuman berkarbonasi; sprite dan fanta masing-masing satu botol. Sebentar kemudian, mereka meminumya secara bersama-sama di rumah Suhadi pada Ahad (22/10/2017) sekitar pukul 13.00 WIB.

Samsul Anwar, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Puskesmas Sluke mengatakan, Sukani sempat dibawa ke Puskesmas setempat. Namun, karena kondisinya kritis akhirnya dirujuk ke RSUD Rembang.

Setelah Sukani, giliran ketiga teman Sukani yang juga menjadi korban miras oplosan menyusul dibawa ke Puskesmas, guna mendapatkan perawatan.

“Sukani dibawa ke sini (Puskesmas Sluke, red.) itu Senin (23/10/2017) siang. Kalau Suhadi, Zaenuri, dan Arifin itu malamnya. Sampai sekarang kondisi ketiga korban yang masih dirawat sudah membaik, ketiganya sudah sadar semua,” ujarnya.

Sunarmin, Kepala Polisi Sektor Sluke membenarkan terkait adanya peristiwa korban miras oplosan yang menutup usia seorang remaja di Sendangmulyo. Ia menyatakan, sudah menerima laporan terkait peristiwa tersebut dari salah satu warga.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah peristiwa tersebut mengandung indikasi tindak pidana atau tidak, lantaran pada saat anggotanya mengunjungi korban di Puskesmas kondisinya masih belum sadar.

“Kami akan melakukan penyelidikan lebih jauh lagi, untuk mencari apakah dalam peristiwa tersebut ada tindak pidananya atau tidak. Bisa jadi si korban dipaksa minum paling banyak, mengingat umurnya paling muda,” ungkapnya.

Sementara itu, jenazah Sukani tiba di rumah duka pada Senin (23/10/2017) petang dan dikebumikan pada Selasa (24/10/2017) pagi.

Sukani merupakan siswa kelas dua SMP Negeri 1 Sluke, yang dikenal pendiam dan tidak pernah terlibat kasus tindak pidana.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

 

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan