Perubahan APBD 2016 Disahkan, Belanja Daerah Turun

Selasa, 27 September 2016 | 13:53 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz meneken penetapan perubahan APBD 2016 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Rembang, Senin (26/9/2016) sore. (Foto: mataairradio.com)

Bupati Rembang Abdul Hafidz meneken penetapan perubahan APBD 2016 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Rembang, Senin (26/9/2016) sore. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 disahkan pada Senin (26/9/2016) sore kemarin. Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Rembang sepakat memangkas belanja daerah dari Rp1,93 triliun menjadi Rp1,87 triliun.

Tidak hanya belanja, pendapatan daerah juga menurun Rp105,9 miliar dari Induk APBD 2016 Rp1,49 triliun. Bupati Rembang Abdul Hafidz di kesempatan penetapan perubahan APBD 2016 menyebut defisit anggaran sebesar Rp384 miliar lebih.

“Defisit ini akan ditutup melalui pembiayaan daerah sebesar total Rp384 miliar lebih, sehingga perubahan APBD 2016 tetap balance,” paparnya kemarin (26/9/2016).

Bupati menyatakan menghargai berbagai masukan baik yang bersifat saran maupun kritik. Hafidz menerima banyak saran dan kritik antara lain soal penyerapan anggaran pada Dinas Pendidikan yang masih rendah dan penerapan cash management system yang mesti di tiap TPI.

Ketua DPRD Kabupaten Rembang Majid Kamil mengatakan penetapan perubahan APBD 2016 masih perlu dievaluasi oleh Gubernur Jateng. Jika tidak ada evaluasi yang signifikan, maka pada awal bulan depan, perubahan APBD 2016 sudah bisa mulai berjalan.

“Raperda tentang Perubahan APBD 2016 Kabupaten Rembang beserta Peraturan Kepala Daerah (perkada) tentang Penjabaran Raperda akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk dilakukan evaluasi,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan