Persoalan Tapak Pabrik Semen di Kadiwono Dibahas 2018

Kamis, 26 Januari 2017 | 17:19 WIB

Kondisi pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk per Jumat 30 Desember 2016. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Warga dan Pemerintah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu datang kepada Bupati dan Sekretaris Daerah Rembang, Kamis (26/1/2017). Mereka menyampaikan aspirasi soal batas dari tanah wilayah desa atas tapak pabrik semen milik PT Semen Indonesia.

Seperti diketahui, pada dokumen addendum analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pabrik semen, tapak pabrik disebut masuk wilayah Kajar dan Pasucen Kecamatan Gunem, sedangkan versi warga dan Pemerintah Desa Kadiwono, lokasi pabrik semen itu masuk daerah mereka.

Menurut warga dan pemerintah di Desa Kadiwono, batas dari tanah kekuasaan desa adalah hal penting yang perlu diurus jika terjadi kesalahan lantaran merupakan kesatuan utuh dari wilayah desa yang mesti dipertahankan.

Kedatangan warga dan Pemdes Kadiwono diwakili oleh Tim 7 yang terdiri atas kades dan mantan kades, kadus I, ketua BPD, serta sisanya tokoh masyarakat Desa Kadiwono. Mereka yang didampingi oleh Camat Bulu ditemui oleh Bupati dan Sekda. Tampak hadir dari PT Semen Indonesia.

Ditemui mataairradio.com seusai pertemuan selama kurang lebih dua jam sejak pukul 08.00 WIB, Kades Kadiwono Ahmad Ridwan menyatakan lega atas tanggapan Bupati Abdul Hafidz dan Sekda Subakti. Menurutnya, Bupati dan Sekda akan mengakomodir aspirasi warga Kadiwono.

“Pak Bupati akan mengakomodir aspirasi masyarakat Kadiwono. Kalau memang hak (lokasi tanah tapak pabrik masuk Desa Kadiwono), itu akan dikembalikan ke Desa Kadiwono. Namun Pemkab, kata Pak Bupati dan Pak Sekda harus buat payung hukumnya dulu,” katanya.

Pihaknya tidak memberikan batas waktu kepada pihak Pemerintah Kabupaten Rembang terkait penuntasan persoalan tersebut. Sebab menurut Ridwan saat sekarang yang perlu dikedepankannya adalah dukungan terhadap berlanjutnya proses operasi pabrik semen milik Negara itu.

“Tadi, Pak Bupati dan Pak Sekda berjanji secepatnya membahas hal ini. Beliaunya meminta waktu. Kami meminta agar secepatnya diselesaikan, tetapi kami kini berpikir asas manfaat yang kita taruh di depan. Pak Bupati sudah memberi garansi akan dikembalikan sesuai data riil,” ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Subakti mengonfirmasi komunikasi antara pihak pemkab setempat dengan pihak warga dan Pemerintah Kadiwono. Menurutnya, dasar penetapan lokasi tapak pabrik Semen Indonesia ialah Perda RTRW Tahun 2011.

“Mereka bisa menerima penjelasan kami dan masalah aspirasi Pemdes Kadiwono tetap kita perhatikan dan nanti akan dibahas saat perubahan RTRW pada tahun 2018. Melalui tahapa penegasan batas desa terlebih dahulu, sehingga tahun 2019 sudah ada kepastian,” terang Subakti.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Wiharto ketika dimintakan tanggapannya mengenai persoalan batas wilayah desa atas tapak pabrik semen milik pihaknya menyatakan mengembalikan ketentuannya kepada pihak Pemkab Rembang.

“Kalau kami ini kan ikut administrasi kabupaten. Silakan saja mana yang secara administrasi benar, yang penting komitmen kami tetap untuk masyarakat sekitar pabrik,” kata Agung melalui pesan singkat yang diterima wartawan pada Selasa (24/1/2017).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan