Peringatan Satpol PP terhadap Pemasang Reklame di Trotoar Tak Digubris

Selasa, 6 Februari 2018 | 18:21 WIB

Reklame milik sebuah biro perjalanan umrah dipasang di tengah-tengah trotoar, sebelah barat SPBU Tireman, Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Peringatan dari Satpol PP terhadap pihak pemasang papan reklame di trotoar sebelah barat SPBU Tireman Rembang, tidak digubris.

Hingga Selasa siang 6 Februari 2018, papan reklame masih berdiri kokoh di tengah trotoar.

Kunarsih, pemilik warung di dekat papan reklame itu menyebut, pemasangan reklame di trotoar membahayakan pejalan kaki.

Apalagi menurutnya, papan reklame ini pernah roboh ketika terjadi angin kencang.

“Harapannya ya agar papan reklame segera dipindah biar tidak membahayakan,” katanya.

Sebelumnya, Satpol PP sudah dua kali menegur biro perjalanan umrah Dewangga selaku pemilik reklame. Namun teguran diberikan hanya secara lisan.

Terakhir, Satpol PP memberi waktu hingga Senin (5/2/2018) kemarin kepada Dewangga untuk memindah reklame ini.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat dan Penegakan Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Heru Susilo mengakui belum mengambil tindakan yang lebih tegas.

Ia bersama sebagian besar personel Satpol PP sedang berada di Banyumas.

Heru mengaku menghadiri peringatan ulang tahun ke-68 Satpol PP. Sepulang dari Banyumas, ia berjanji memanggil pihak Dewangga ke kantor Satpol PP dan akan diberi peringatan secara tertulis.

“Nanti kita panggil saja ke kantor dan kita beri peringatan tertulis,” katanya.

Puji Santoso, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rembang meminta kepada Satpol PP bertindak lebih tegas. Karena sudah dua kali diperingatkan, menurutnya, Satpol bisa memindah paksa.

“Satpol tidak ada anggaran atau tidak. Kalau ada anggaran, semestinya, papan reklame yang dipasang secara melanggar aturan, segera dicabut dan diangkut ke Kantor Satpol PP atau dikembalikan kepada pihak pemasang,” katanya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan