Perhutani Pertimbangkan Tebang Pohon Tua Mantingan

Jumat, 27 Mei 2016 | 17:06 WIB
Pohon jenis rimba lunak roboh melintangi jalan dan menimpa rumah warga di Desa Mantingan Kecamatan Bulu, Jumat (27/5/2016) siang. (Foto: Pujianto)

Pohon jenis rimba lunak roboh melintangi jalan dan menimpa rumah warga di Desa Mantingan Kecamatan Bulu, Jumat (27/5/2016) siang. (Foto: Pujianto)

 

BULU, mataairradio.com – Perhutani KPH Mantingan mempertimbangkan menebang beberapa pohon tua di tepi Jalan Rembang-Blora, wilayah Desa Mantingan.

Hal itu setelah satu pohon di antaranya roboh, sehingga melintangi jalan dan menimpa rumah warga setempat, pada Jumat (27/5/2016) siang.

Humas KPH Mantingan Ismartoyo mengaku pernah menerima usulan dari Pemerintah Desa Mantingan melalui BPBD Rembang yang ingin agar dilakukan pemotongan pohon tua yang tampak sudah doyong.

“Kami sudah menindaklanjuti usulan warga dengan menyampaikannya ke Biro Perencanaan Perhutani, tetapi sampai sekarang belum terbit surat perintah penebangan atau pemotongan,” terangnya.

Menurutnya, lamanya proses kajian menyangkut penebangan pohon tua jenis rimba lunak itu karena pertimbangan hutan alam sekunder yang tak bisa asal tebang.

“Memang ada aturan ekologi yang harus ditaati sebelum melakukan penebangan atau pemotongan pohon di hutan alam sekunder. Tapi melihat kejadian ini, kita akan segera melakukan tindak lanjut,” tandasnya.

Dalam hal melakukan penebangan, sebelumnya pihak Perhutani KPH Mantingan akan membuat berita acara yang antara lain berisi foto kondisi terkini pohon-pohon tua yang membahayakan.

“Soal bantuan bagi pemilik rumah yang tertimpa pohon, kami belum bisa pastikan. Tapi tadi Kepala BPBD, Pak Harso sudah minta desa membuat laporan untuk disampaikan kepada Bupati dengan tembusan PMI dan Bagian Kesra guna proses bantuan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan