Perhutani Bentuk Tim Antisipasi Tren Pencurian Kayu Jelang Lebaran

Jumat, 9 Juni 2017 | 15:11 WIB

Barang bukti berupa mobil jenis L300, kayu pule, dan derek pengangkut kayu diamankan petugas keamanan hutan dalam kasus pencurian kayu dari hutan Negara pada 3 Mei 2017. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perum Perhutani di Kabupaten Rembang membentuk tim guna mengantisipasi tren peningkatan kerawanan pencurian kayu pada menjelang momentum Lebaran tahun ini.

“Kami siapkan tim berkekuatan 13 orang, termasuk polisi mobil. Mereka kita ambil dari tiap-tiap BKPH dan bermarkas di Sulang,” ungkap Wakil Administratur KPH Mantingan Rovi Tri Kuncoro.

Tim yang bersenjatakan sangkur dan pentungan serta tidak bersenjata api ini, menurut Rovi, bertugas sebagai tim pemukul mundur apabila ada aksi pencurian kayu hutan, terutama di area KPH Mantingan.

“Tim ini sebenarnya sudah kita siapkan sejak Februari 2017. Namun perannya makin kita intensifkan pada momentum menjelang Lebaran,” katanya kepada awak media pada sebuah sesi wawancara, baru-baru ini.

Ia mengakui, hingga pertengahan bulan Ramadan, tingkat pencurian kayu di hutan Negara terbilang landai, berbeda dengan kasus pencurian pada hari-hari biasa, meskipun pengamanan tidak pernah kendur.

“Dalam catatan kami, angka pencurian di KPH Mantingan berkecenderungan turun. Di awal Ramadan ini kasus pencurian di Mantingan justru landai-landa saja, setidaknya dalam sepuluh hari terakhir,” katanya.

Data KPH Mantingan, sejak Januari hingga Mei 2017, sebanyak 657 pohon hilang dicuri dari 190 kasus pencurian. Rinciannya Januari 151 pohon, Februari 146 pohon, Maret 120 pohon, April 122 pohon, dan Mei 118 pohon.

“Kalau dilihat kasusnya; Januari 50 kasus, Februari 46 kasus, Maret 40 kasus, April 30 kasus, dan Mei 24 kasus. Total kerugian Perhutani akibat pencurian ratusan kayu itu mencapai Rp1,7 miliar,” kata Rovi.

Ia menyebutkan, dari seluruh kasus pencurian yang terjadi selama 2017, ada 9 pelaku yang sudah diproses hukum. Dari jumlah itu, 3 di antaranya masih proses di Kejaksaan serta 3 lainnya diajukan ke pengadilan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan