Perencanaan Proyek Tidak Tepat Jadi Catatan DPRD

Rabu, 4 Januari 2017 | 16:14 WIB
Pekerja tampak masih melakukan pekerjaan pada proyek Rest Area Binangun, Rabu (4/1/2017). Padahal, pekerjaan ini sudah diputus kontrak akhir tahun 2016. (Foto: Pujianto)

Pekerja tampak masih melakukan pekerjaan pada proyek Rest Area Binangun, Rabu (4/1/2017). Padahal, pekerjaan ini sudah diputus kontrak akhir tahun 2016. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak DPRD Kabupaten Rembang menjadikan ketidaktepatan perencanaan proyek sebagai catatan pelaksanaan pekerjaan pada tahun 2016.

Gara-gara perencanaan yang buruk, penyelesaian kegiatan menjadi tidak maksimal. Beberapa kegiatan tampak masih dikerjakan, meski sudah diserahterimakan.

Rekanan ramai-ramai berdalih banyak perencanaan yang tidak tepat. Mereka beralibi, jika proyek dipaksakan dikerjakan sesuai gambar, maka tidak jadi.

Bahkan terhadap proyek yang sudah dinyatakan diputus kontrak, seperti proyek rest area di Binangun Lasem, ternyata juga tampak masih ada pekerjaan.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Mohammad Imron, Rabu (4/1/2017), mengatakan, proyek yang sudah putus kontrak semestinya tidak lagi dikerjakan.

“Begitu putus kontrak, (PP-Kom) mestinya memasukkan rekanan dalam blacklist. Dan tidak ada lagi pekerjaan di sana. Kalau pun ada recovery, harus rekanan lain,” katanya.

Mengenai adanya konsensus antara pejabat pembuat komitmen dengan pihak penyedia jasa bahwa rekanan tidak akan di-blacklist asalkan mau mengerjakan sisa proyek, ia mengaku tidak mendengar.

Selain proyek rest area di Binangun, ada lagi beberapa pekerjaan yang tampak masih ada pekerjaan meskipun terlaporkan sudah diserahterima seperti Puskesmas Sluke.

“Ada lagi yang masih ada pekerjaan, padahal sudah serah terima katanya, yaitu Puskesmas Sluke. Terus kemarin yang rumah dinas bupati itu. Ini jadi sorotan kami,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Imron mengaku tidak melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proyek-proyek infrastruktur di Rembang. Sebab, Komisi C segera dirombak.

“Tadi memang ada rapat internal, tetapi sebatas laporan-laporan saja. Karena sebentar lagi Komisi C ada dirombak. Mungkin setelah dirombak kita bahas detailnya,” katanya.

Hanya saja, terhadap proyek peningkatan ruas Jalan Pandangan-Sedan, sempat jadi pembahasan di kesempatan tersebut karena mutu proyek dinilai buruk.

“Di leading sektor kami sendiri ada yang perlu kita lakukan pengawasan di lapangan, yaitu ruas Pandangan-Sedan. Anggota Komisi C di daerah situ bilang mutunya jelek,” bebernya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan