Perempuan Cantik Tewas Terbunuh Itu Bukan Korban Perkosaan

Sabtu, 1 Desember 2012 | 18:14 WIB
kasus-pembunuhan-rembang

Ilustrasi

REMBANG – MataAirRadio.net, Kepolisian Resor Rembang sampai dengan Sabtu (1/12) siang masih berupaya mendapatkan identitas perempuan muda yang ditemukan tewas dibunuh di tepi jalan Jalur Pantura turut Dusun Dresen Desa Purworejo Kecamatan Kaliori pada Jumat (30/11) sore kemarin.

Namun, Kaur Bin Ops Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang Inspektur Satu Polisi Wahdah Maulidiawati kepada reporter MataAir Radio, Sabtu (1/12) mengungkapkan, korban tidak diperkosa terlebih dahulu sebelum akhirnya dihabisi nyawanya.

Pihaknya kini tengah menyebarkan foto korban ke masing-masing polsek di wilayah kabupaten ini. Selain itu, Polres Rembang juga bekerjasama dengan polres lain masing-masing Blora dan Pati guna segera mendapatkan identitas korban.

Inspektur Satu Polisi Wahdah Maulidiawati juga mengungkapkan, sempat menyeruak dugaan bahwa korban merupakan pegawai salon. Itu didasarkan pada hasil autopsi yang menyebut korban memiliki badan yang relatif bersih dengan alis dikerik dan kukunya yang teratur tanda intens perawatan.

Namun, dugaan itu belum berujung pada kesimpulan, karena proses indentifikasi masih terus dilakukan. Tim identifikasi dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah pun sempat turun untuk membantu menguak kasus pembunuhan ini.

Dengarkan rekaman di sini.

Kepala Bagian Humas Polres Rembang Ajun Inspektur Satu Polisi Imam Dian Wijaya menegaskan, selain foto diri korban, pihaknya juga menyampaikan identitas atau ciri-ciri fisik korban yang memiliki tinggi badan sekitar 157 centimeter itu.

Sejauh ini, katanya, sudah ada sejumlah orang yang datang untuk mengecek korban, namun belum ada yang menyatakan bahwa itu adalah salah seorang dari anggota keluarganya.

Mayat korban yang diduga dihabisi dengan menggunakan senjata tajam jenis belati itu, masih disemayamkan di kamar jenazah RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Apabila sampai dengan Minggu, belum ada kejelasan keluarga, korban akan dimakamkan lantaran rumah sakit tidak memiliki perangkat lemari pendingin untuk keperluan pengawetan.

Dengarkan rekaman di sini.

Sementara itu, dari hasil autopsi dan olah tempat kejadian perkara secara utuh, polisi menemukan celana panjang berwarna hitam dan pakaian dalam milik korban di dalam gudang garam, tak jauh dari tempat ditemukannya korban. Polisi juga menemukan botol minuman keras jenis vodka di sekitar gudang.

Setelah diteliti lagi, luka yang terdapat pada tubuh korban tidak hanya di bagian dada, pinggang, dan tangan kiri, tetapi juga di leher bagian kanan dan kiri. Kesemuanya luka tusuk. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan