Peredaran Miras Tak Terkendali Sepanjang 2017 di Rembang

Selasa, 26 Desember 2017 | 16:43 WIB

Minuman beralkohol tinggi berbagai jenis yang dijadikan sampel, namun turut serta dimusnahkan, pada kegiatan pemusnahan barang bukti miras oleh pihak Kepolisian Resor Rembang, Minggu (5/6/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Peredaran minuman beralkohol tinggi (Miras) pada sepanjang 2017 tidak terkendali di Kabupaten Rembang.

Sejak Januari hingga Desember 2017, polisi mencatat lebih dari 50 perkara peredaran Miras. 25 kasus di antaranya diproses hingga ke pengadilan.

Sementara pada tahun lalu, menurut Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito, peredaran Miras “hanya” 36 kasus. 15 di antaranya naik hingga meja hijau.

“Kasus Miras yang berujung pembinaan; tahun 2016 sebanyak 21 kasus, tetapi 2017 ini sampai 25-an kasus,” terangnya kepada mataairradio, Selasa (26/12/2017).

Bambang menduga, meningkatnya kasus peredaran Miras pada 2017, merupakan akibat dari dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi.

“Menurut keterangan terlapor, alasan mereka menjual Miras karena dorongan ekonomi,” katanya.

Selain itu, juga karena tingkat pengawasan yang kurang. Sepanjang tahun ini, upaya penindakan yang massif terhadap peredaran Miras, dinilai masih kurang.

Sementara pada 2016, peredaran Miras lebih banyak karena tindak iseng pelakunya.

“Kalau 2016, jualan Miras karena ikut-ikutan saja,” katanya.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso berjanji lebih menggencarkan operasi terhadap peredaran Miras.

Menjelang Operasi Lilin, pihaknya sudah menyita ratusan botol Miras dari seluruh kecamatan.

“Operasi akan ditingkatkan pada mendekati momentum pergantian tahun,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan