Perbaikan Usai, Jembatan Trembes Sisakan Cela

Rabu, 7 September 2016 | 21:34 WIB
Permukaan sisi barat-utara Jembatan Trembes yang menyisakan rongga kendati sudah diperbaiki baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

Permukaan sisi barat-utara Jembatan Trembes yang menyisakan rongga kendati sudah diperbaiki baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

GUNEM, mataairradio.com – Jembatan Trembes pada ruas Trembes-Dowan di Kecamatan Gunem yang sudah rampung diperbaiki, menyisakan cela atau kritik.

Bereman antara jembatan dengan permukaan jalan, tidak terkaver secara sempurna, karena menyisakan ruang cukup lebar di sayap kanan dan kiri.

Bahkan berdasarkan pantauan reporter mataairradio di lapangan, permukaan bagian samping baik di sebelah selatan maupun utara jembatan, rawan tergerus, jika hujan deras turun dan sungai penuh air.

Pemakai jalan yang tidak menguasai medan pun akan rawan terperosok, apalagi jalur setempat terbilang gelap pada malam hari lantaran tidak ada penerangan. Sama sekali.

Suhadi, warga Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem yang ditemui ketika melintasi jalur tersebut menilai pengerjaan Jembatan Trembes tidak klir, karena bereman tidak sempurna.

“Masih ada bagian dari bereman yang tidak diaspal. Dibiarkan menggunduk, sehingga bahaya. Bagian sampingnya juga menyisakan rongga. Jadi rawan kalau dilintasi pada malam hari. Tapi sekarang, minimal sudah bisa dilalui (kendaraan) roda empat,” katanya.

Pengguna jalan asal Desa Suntri, Jarbo juga mengaku bingung dengan pengerjaan perbaikan Jembatan Trembes pascaambrol Februari 2016. Itu karena jika pengerjaan sudah tuntas, mengapa permukaan tepi barat-utara jembatan menyisakan rongga.

“Itu yang bagian utara terutama perlu ditebing. Rawan kalau tersisa rongga begitu. Pemeriksa proyek mesti turun melakukan pengecekan, agar jelas apa yang mesti dikerjakan dan bagaimana kenyataannya di lapangan,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Widodo belum memberikan konfirmasi mengenai pelaksanaan proyek perbaikan Jembatan Trembes.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan