Perbaikan Jembatan Runtuh Ronggomulyo Butuh Tiga Bulan

Senin, 23 Januari 2017 | 16:18 WIB

Jembatan penghubung Desa Ronggomulyo dengan Pusat Kecamatan Sumber runtuh pada Ahad (22/1/2017) karena air sungai di bawahnya tersumbat rumpun bambu, sehingga aliran bergeser dan menggerus pondasi. (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan perbaikan jembatan runtuh di Desa Ronggomulyo Kecamatan Sumber butuh waktu antara dua hingga tiga bulan.

Bupati menyatakan hal itu saat meninjau lokasi jembatan yang runtuh, Senin (23/1/2017) pagi. Jembatan sepanjang sekitar 10 meter dan lebar enam meter itu ambrol, Ahad (22/1/2017) siang.

Jembatan penghubung Desa Ronggomulyo dengan Pusat Kecamatan Sumber runtuh karena air sungai di bawahnya tersumbat rumpun bambu, sehingga aliran bergeser dan menggerus pondasi.

Pondasi bagian barat jembatan tergerus mengakibatkan longsor pada tiang penyangga, sehingga badan jembatan tidak tertahan sempurna dan terjadi runtuh. Tidak ada korban jiwa dari insiden itu.

“Kalau diproses normal, butuh waktu satu tahun. Kami akan gunakan dana perawatan jalan dan jembatan saja yang sudah kita anggarkan. Dua atau tiga bulan akan selesai. Rp500 juta cukup,” katanya.

Untuk sementara waktu, Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Mujoko berjanji akan membantu warga untuk membuat jembatan darurat.

“Kita nanti angkat dulu badan jembatan yang ambrol dengan crane. Terus kita cagaki gelugu misalnya. Itu alternaltif pertama. Yang penting bisa cukup dulu buat orang lewat,” paparnya.

Pembuatan jembatan darurat itu, kata Hafidz, dimungkinkan menelan waktu seminggu. Dalam satu atau dua hari ini, Pemkab Rembang akan berusaha mendatangkan crane.

“Kita baru cari crane ini. Katanya di PHE Randugunting masih ada crane. Kita hubungi general managernya masih kesulitan. Kalau nanti nggak bisa, kita ambil dari Pati atau mana,” tandasnya.

Nafis, salah seorang warga setempat berharap kepada pihak Pemerintah agar menyegerakan pembuatan jembatan darurat dan menyusulkan secepatnya perbaikan jembatan secara permanen.

“Kasihan anak-anak, kalau sekolah mesti memutar jauh. Warga yang mau ke Sumber juga harus lewat wilayah Ronggo Jaken Pati yang jaraknya lebih jauh atau butuh waktu setengah jam,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan