Perbaikan Jembatan Ambrol Ronggomulyo Tunggu Cuaca Normal

Sabtu, 28 Januari 2017 | 13:53 WIB

Jembatan Ronggomulyo yang menghubungkan Desa Ronggomulyo dengan Pusat Kecamatan Sumber, amblas pada Ahad (22/1/2017). Jembatan darurat sempat dibangun di atas badan jembatan yang amblas pada Senin (23/1/2017), tetapi karena ujung jembatan makin amblas menuju sungai, jembatan darurat pun dialihkan di sisi utaranya. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jembatan Ronggomulyo di Dusun Gogik Desa Ronggomulyo Kecamatan Sumber yang ambrol pada 22 Januari lalu belum akan segera mulai diperbaiki.

Pasalnya, hingga Sabtu (28/1/2017) ini, pihak Pemerintah Kabupaten Rembang masih merampungkan gambar teknis dan detail RAB (Rencana Anggaran dan Biaya). Selain itu, juga masih terkendala cuaca hujan berintensitas tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, gambar dan RAB merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Ia belum tahu kapan gambar dan RAB itu selesai.

“Kita masih menunggu dari DPU mengenai gambar teknis, RAB, dan pelaksanaannya. Kapan perbaikan jembatan dikerjakan DPU yang tahu, tapi memang perlu memperhatikan kondisi cuaca,” katanya.

Suharso menekankan, dana guna perbaikan Jembatan Ronggomulyo tidak berasal dari BPBD, tetapi berasal dari BPPKAD (Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten Rembang. Sumbernya dari pos anggaran dana tak tersangka.

“Dana bukan dari saya (BPBD). Itu pakai dana bencana dari BPPKAD. Mungkin pakai dana tak tersangka. Besarannya belum tahu. Tetapi kalau mengacu estimasi dari Kepala DPU saat kunjungan pascabencana waktu itu, kemungkinan antara Rp400-500 juta,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang Gendro Wiyono mengatakan penganggaran untuk perbaikan Jembatan Ronggomulyo sudah dilakukan. Tetapi hitungan detail dan gambar teknis masih dibuat.

“Kemarin, informasi dari Pemkab, komunikasi dengan Pak Sekda, untuk anggaran pakai anggaran bencana alam karena memang ambrolnya itu lantaran faktor bencana alam. Dari kami support teknis, gambar, dan pelaksanaannya,” terangnya.

Menurutnya, kalau pun gambar teknis dan RAB-nya segera siap, perbaikan jembatan tetap mempertimbangkan cuaca normal. Sebab ia khawatir kalau terburu-buru, nantinya ketika hujan kembali deras dan sungai banjir, akan mengganggu pekerjaan.

“Kemungkinan, pengerjaan jembatan dilakukan pada bulan Februari atau Maret. Prinsip, perbaikan akan dilakukan secepatnya tetapi tidak lupa prosedur yang ada,” tegasnya.

Mengenai kapan jembatan akan dirobohkan secara total, Gendro menyatakan akan dilakukan secara sekaligus ketika pelaksanaan perbaikan. Ia membenarkan, karena crane tidak bisa masuk radius terdekat jembatan, maka perbaikan akan didahului dengan pembongkaran secara total.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan