Penyandang Keterbelakangan Mental Hilang Terseret Arus Kedungpring

Selasa, 19 Juli 2016 | 18:45 WIB
Situasi pencarian korban tenggelam terseret arus Sungai Kedungpring, Selamet (50), Selasa (19/7/2016) siang. (Foto: Pujianto)

Situasi pencarian korban tenggelam terseret arus Sungai Kedungpring, Selamet (50), Selasa (19/7/2016) siang. (Foto: Pujianto)

 

SALE, mataairradio.com – Seorang warga RT 3 RW 1 Dukuh Terongan Desa Wonokerto Kecamatan Sale bernama Selamet (30) tenggelam terseret arus Sungai Kedungpring. Korban diduga tenggelam sejak Minggu (17/7/2016) siang dan belum ditemukan hingga Selasa (19/7/2016) petang.

Regu penyelamat (SAR) gabungan dari BPBD, TNI/Polri, Ubaloka, dan warga sekitar mulai melakukan penyisiran guna pencarian terhadap korban sejak Senin (18/7/2016) malam kemarin, dengan menyusuri arus sungai setempat.

Penyisiran pada Selasa (19/7/2016) ini dilakukan dengan menyisir aliran sungai hingga sejauh sekitar 10 kilometer dari titik yang diduga sebagai awal korban terseret arus, atau sampai wilayah Jatirogo-Tuban, tetapi sampai dengan petang sekitar pukul 18.00 WIB, Selamet masih belum ditemukan.

Kades Wonokerto Kecamatan Sale Eko Cahyanto mengungkapkan, Selamet yang mengalami keterbelakangan mental diketahui sudah tidak ada di rumahnya sejak Minggu sekitar pukul 12.00 WIB. Namun baru sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga berinisiatif melakukan pencarian.

Pihak keluarga baru melaporkan hilangnya Selamet ke pihak desa pada sekitar pukul 20.30 WIB dan langsung direspon dengan penyisiran di lokasi dekat ditemukannya tongkat kayu yang sehari-hari digunakan oleh korban, di kawasan sungai desa setempat.

Dari pencarian awal itu, warga juga menemukan sepasang sandal milik korban pada jarak 300 meter dari lokasi penemuan tongkat, sehingga warga menduga kuat, Selamet terseret arus deras sungai yang saat itu sedang meningkat debitnya lantaran hujan deras.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Rembang Harjono menduga korban terbawa arus sungai hingga jarak cukup jauh.

Sebab, menurutnya, dasar sungai yang menjadi lokasi terseretnya korban berbebatuan padas sehingga aliran air begitu deras dan penyisiran perlu dilakukan secara intensif.

“Kami akan terus menyisir sungai bersama empat tim yang kami bentuk. Perahu juga kami siagakan, jika memungkinkan untuk digunakan di sungai. Pencarian terus kami lakukan hingga melewati perbatasan (Sale/Rembang-Jatirogo),” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan