Penularan HIV Melalui Hubungan Seks Sejenis Meningkat

Kamis, 1 Desember 2016 | 21:31 WIB
Salah seorang perempuan pemilik warung kopi mengikuti tes cepat HIV secara sukarela di sela mengikuti sosialisasi tentang HIV/AIDS di Terraskota, Selasa (22/9/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Salah seorang perempuan pemilik warung kopi mengikuti tes cepat HIV secara sukarela di sela mengikuti sosialisasi tentang HIV/AIDS di Terraskota, Selasa (22/9/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui hubungan seks sejenis laki-laki atau gay ditemui terjadi peningkatan, sehingga perlu disikapi oleh berbagai pihak.

Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Rumah Matahari Pati Ari Subekti, Kamis (1/12/2016) mengungkapkan, temuan itu berdasar assesment atau penilaian pihaknya dalam setahun terakhir ini.

“Penularan terjadi karena salah satu dari pasangan sudah terinfeksi baru menularkan kepada pasangannya. Mungkin juga mereka sama-sama tidak tahu kalau salah satu atau dua-duanya sudah terinfeksi,” katanya.

Ari menyatakan risiko penularan HIV pada hubungan seks sejenis laki-laki lebih besar karena dilakukan melalui anus, apalagi untuk masuk ke komunitas ini, relatif susah dan tertutup.

“Dari hasil assesment kami, jumlah LSL (laki seks laki) sudah mencapai di atas 1.000 di wilayah Rembang, Blora, Pati, Kudus, dan Jepara. Perlu perhatian dari banyak pihak,” katanya.

Ia menyebutkan, mengingat potensi penularan HIV dari jumlah pria penyuka sesama jenis yang cukup besar, Pemerintah lewat dinas pendidikan perlu memberikan pendidikan seks sejak dini.

“Keluarga dalam hal ini juga perlu diberi pemahaman yang clear terkait fenomena ini karena teman-teman LSL yang kami kenal, rata-rata mereka di rumah adalah anak yang pendiam,” bebernya.

Disebutkannya pula bahwa secara usia mereka yang merupakan pria penyuka sesama jenis didominasi oleh yang berumur 18-25 tahun, tetapi juga ada LSL positif HIV yang Kelas II MTs.

“Ada juga yang usia 30-40 tahun dan mereka ada yang juga punya anak-istri. Artinya ada yang biseks. Jaringan mereka sangat rapi dan memakai media sosial sebagai sarana komunikasi,” paparnya.

Ia menambahkan, khusus di Rembang, jumlah penderita baru HIV/AIDS baru yang kini telah mendapat pendampingan dari Rumah Matahari 48 orang.

“Total penderita HIV/AIDS yang kami dampingi saat ini adalah 133 orang. Tahun lalu 85 orang, dan penderita baru tahun ini yang kita dampingi ada 48 orang. Angka ini di bawah angka Pemerintah,” katanya.

Pada kesempatan peringatan Hari AIDS se-dunia yang jatuh hari ini, 1 Desember, Ari pun menyebut jumlah kasus penyakit tersebut bertambah tiap tahunnya.

“Secara jenis kelamin, penderita HIV/AIDS masih didominasi perempuan. Temuan kasus anak terinfeksi HIV yang kami dampingi ada satu, umur delapan tahun. LSL tadi menjadi tren baru dan mesti disikapi,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan