Pengembangan Wisata Makam Kartini Terkendala Status Lahan

Saturday, 16 April 2016 | 12:16 WIB
Patung RA Kartini di depan Makam RA Kartini di Desa Bulu Kecamatan Bulu. Pemkab Rembang akan menjadikan Kartini sebagai ikon identitas kabupaten ini. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Patung RA Kartini di depan Makam RA Kartini di Desa Bulu Kecamatan Bulu. Pemkab Rembang akan menjadikan Kartini sebagai ikon identitas kabupaten ini. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pengembangan objek wisata makam RA Kartini di Desa Bulu Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang terkendala oleh status lahan yang merupakan milik keluarga.

Pihak keluarga RA Kartini tidak mengizinkan lahan kompleks makam yang luasnya 6 hektare diambil alih dengan dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Rembang.

Pihak keluarga juga melarang adanya kutipan atau bea tiket masuk bagi para pengunjung ke makam Pahlawan Emansipasi Wanita lantaran sudah menjadi kesepakatan secara turun temurun.

“Namun sekitar tiga bulan yang lalu, ketika kami sowan ke kediaman keluarga RA Kartini di Jakarta bersama pihak Dinas Pariwisata, keluarga setuju dengan rencana pengembangan sekitar makam,” beber Sekretaris Desa Bulu Sunarto kepada reporter mataairradio, Sabtu (16/4/2016).

Menurutnya, pengembangan kawasan sekitar makam RA Kartini diperlukan antara lain untuk penataan kawasan parkir di bagian atas, taman, dan fasilitas MCK.

“Penataan juga diperlukan terhadap akses sebelah barat kecamatan itu terlalu sempit. Gapuranya terlalu keluar, sehingga mempersempit bus yang mau masuk,” terangnya.

Khusus untuk penataan kawasan parkir di bagian atas, katanya, perlu dukungan dari Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang selaku pengelola aset lahan di dekat makam, agar lokasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk parkir kendaraan.

“Selama ini, parkir kendaraan pengunjung seperti bus atau mobil pribadi tidak boleh masuk naik ke atas. Jadi mesti parkir di bawah. Padahal, untuk sampai ke makam mesti jalan kaki mendaki sejauh 300-400 meter, sehingga banyak dikeluhkan,” tandasnya.

Saat ini atau lima hari menjelang peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, kawasan makam RA Kartini masih sepi dari pengunjung, meskipun sudah ada geliat peningkatan wisatawan.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rembang Murni Noor Rif’ah mengakui, keluarga mendiang RA Kartini tidak mengizinkan lahan di kompleks makam dibeli oleh pemerintah kabupaten setempat.

“Memang tidak boleh dibeli dan hal itu menjadi kendala kami dalam mengembangkan objek wisata makam RA Kartini. Padahal, kita berkepentingan melakukan pengembangan karena menyangkut penghargaan bagi seorang pahlawan nasional,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan