Pengedit Video Gus Mus dan Kyai Ma’ruf Amin Minta Maaf

Senin, 8 April 2019 | 15:23 WIB

KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) saat menemui Zaenal (kaos putih) ketika meminta maaf di kediaman beliau di komplek Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang pada Senin (8/4/2019) siang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Seorang pria asal Batam bernama Zaenal akhirnya meminta maaf kepada KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di kediaman beliau di komplek Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang pada Senin (8/4/2019) siang atau sekitar pukul 12.10 waktu setempat.

Permintaan maaf Zaenal kepada Gus Mus karena dirinya telah mengedit video yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Dalam video yang dieditnya seakan-akan Gus Mus menanggapi pernyataan Kyai Ma’ruf Amin. Padahal ada dua video berbeda antara Gus Mus dan Kyai Ma’ruf namun dijadikan satu.

Dalam klarifikasinya Zaenal mengaku menyesal dengan perbuatannya yang tidak hati-hati dalam berbuat sehingga mangakibatkan kerugian pada pihak lain. Dirinya menyatakan bahwa video tersebut dibuat murni karena iseng dan tidak ada yang menyuruh.

“Saya datang ke sini ingin meminta maaf kepada Mbah (Gus Mus) atas perbuatan saya mengedit video beliau, dengan ini saya menyesal dan menjadi pelajaran serta pengalaman bagi saya di kemudian hari,” sesalnya.

Pria yang sehari-hari berjualan sembako ini juga berniat untuk meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin, namun belum tahu apakah akan meminta maaf secara langsung atau lewat media sosial.

“Rencana ke depan ingin minta maaf pada Kyai Ma’ruf, namun belum tahu bagaimana caranya nanti,” ungkapnya.

Sementara itu Gus Mus saat menemui Zaenal menyatakan bahwa sudah memaafkannya bahkan sebelum Zaenal meminta maaf, karena dalam hal ini Gus Mus merasa tidak dirugikan. Hanya saja merasa tidak enak hati dengan Kyai Ma’ruf karena editan video tersebut, sehingga perlu klarifikasi melalui beberapa akun pribadi media sosialnya.

Gus Mus juga menyarankan Zaenal untuk meminta maaf kepada Kyai Ma’ruf serta menasehatinya agar berhati-hati dalam bertindak sehingga tidak menyesal di kemudian hari.

Apalagi melihat potensi kemampuan Zaenal mengedit video, Gus Mus menyarankan untuk membuat video yang sifatnya menyejukkan. Jika mempunyai pilihan dalam kontestasi Pilpres maka gunakan kemampuan editing video untuk memperkenalkan keunggulan tanpa menjatuhkan lawan.

“Jika mencintai sesuatu jangan berlebih-lebihan begitu pun membenci sesuatu juga jangan berlebih-lebihan, karena Allah tidak suka dengan hal yang berlebih-lebihan,” pungkas ulama yang juga seorang budayawan ini.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan