Pengedar Miras Bisa Dikenai Ancaman 20 Tahun Penjara

Minggu, 5 Juni 2016 | 12:03 WIB
Minuman beralkohol tinggi berbagai jenis yang dijadikan sampel, namun turut serta dimusnahkan, pada kegiatan pemusnahan barang bukti miras oleh pihak Kepolisian Resor Rembang, Minggu (5/6/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Minuman beralkohol tinggi berbagai jenis yang dijadikan sampel, namun turut serta dimusnahkan, pada kegiatan pemusnahan barang bukti miras oleh pihak Kepolisian Resor Rembang, Minggu (5/6/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepala Kepolisian Resor Rembang menanggapi kondisi terus berulangnya peredaran miras di kabupaten ini, meski operasi atau razia sudah relatif sering dilakukan.

“Jadi karena peredaran miras itu kategori tipiring (tindak pidana ringan, red.), mereka yang sudah dibina ada yang kembali menjual. Tetapi saat saya di Polrestabes, ada yang kita kenai Pasal 204 KUHP karena mengakibatkan korban meninggal,” ujarnya.

Lalu apakah Pasal 204 yang mengandung ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun atau seumur hidup, akan diterapkan terhadap para pelaku pengedar miras yang jelas berbahaya? Kapolres mengaku akan terlebih dahulu melihat situasinya.

“Kita akan melihat kondisi dan situasinya. Kita sesuaikan dengan masyarakat sekitar. Penegakan hukum itu tidak selalu saklek (kaku, red.),” tukas mantan Kasatreskrim Polrestabes Semarang.

Pada kesempatan di sela-sela kegiatan pemusnahan miras di Lapangan Desa Tasikagung Kecamatan Rembang, Minggu (5/6/2016) pagi, Kapolres menyatakan peredaran miras termasuk kategori berbahaya.

“Sebab dari hasil evaluasi, kriminalitas seperti tindak curat dan curas diawali dari minum minuman keras. Miras merupakan sumber dari beberapa kejahatan,” terangnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan